Selamat datang!! Silakan Anda mengutip semua artikel yang ada di kami tapi Anda harus menyertakan saya sebagai penulisnya

Jumat, 13 April 2012

Launching Album Al-Musthofa vol. 2

Alhamdulillah, kemarin hari Rabu, 11 April albumku yang kedua sudah resmi dilaunching, pastinya lagu yang aku munculkan semuanya baru dan lebih bagus dari yang vol. 1.



Sesuai dengan apa yang di buku album bahwa lagu-lagu itu bisa di download di bloqku ini, maka silakan yang mau mendownload lewat link di bawah ini.
Tapi
HARAP DIPERHATIKAN!
Mohon beli VCDnya dulu sebelum download lagu tersebut. Karena dengan membeli VCD berarti Anda menghargai hasil karyaku, otomatis aku bisa berkarya lagi dengan keuntungan yang telah Anda berikan dengan membeli VCD tersebut. Lebih tepatnya bukan keuntungan sih, tapi mengembalikan modal yang dipakai memproduksi;
1. Qod Asyroqo
2. Bi Rosulillah
3. Qod Kafani
4. Muhammadun
5. Ya Hannan Ya Mannan
6. Ya Rasulullah Ya Sanadi
7. Ya Khitami
8. Markhaban
9. Syi'ir Kematian 2
Sedangkan untuk video youtube harap sabar menanti, maklumlah masih sibuk sekali

Sabtu, 17 Desember 2011

Suara Hantu Terekam di HPku

Sebelum lebih lanjut Anda membaca tulisan saya berikut, terlebih dahulu yakinkan diri Anda dulu bahwa makhluk halus itu benar-benar ada. Hal ini sangat penting mengingat apa yang saya alami ini bukanlah bualan dan terpengaruh dengan berbagai film mistik/hantu yang bertebaran di televisi dan bioskop.

Sama seperti sebagian besar orang, saya juga tidak terlalu percaya dengan yang namanya hantu yang suka menggangu manusia apalagi sampai membunuh seperti yang pernah saya lihat di film-film. Tapi setelah kejadian yang saya alami ini barulah saya benar-benar yakin bahwa memang yang namanya makhluk 4 dimensi itu benar-benar ada.
Baiklah saya akan bercerita ringkas saja. Saya yakin cerita saya ini bukanlah satu-satunya yang pernah dialami orang, tapi bagi saya ini adalah pengalaman yang tak pernah saya lupakan. Hari itu Selasa, 20 April 2010, seperti biasa saya bertugas di MTs. Al-Musthofa Canggu, tepat pukul 08.30 saya mendapat tugas untuk mengantarkan berkas ke MTsN sebagai kelengkapan UNAS kelas 9, memang hari itu adalah hari pertama UNAS kelas 9 dilaksanakan.
Ditengah perjalanan pulang, sebagaimana kebiasaan saya, saya sangat suka menyanyi terutama lagu-lagu Rhoma Irama, tapi mengingat saya punya keinginan untuk meluncurkan album sholawat yang ke-2 maka waktu luang tersebut saya manfaatkan untuk menciptakan lagu dan alhmadulillah saya berhasil menemukan lagu Bi Rosulillah, terinspirasi lagu MAYADA vol 2.
Karena menurut saya lagu tersebut sangat layak untuk direkam maka buru-buru saya setiba di Al-Musthofa, mengambil tempat yang sepi untuk merekam lagu tersebut. Asal Anda tahu, selama ini jika saya membuat lagu hanya lewat bisik-bisik sebab maklum saja saya tidak mengerti not balok.
Mulailah saya rekam lagu tersebut, setelah selesai saya coba untuk memutar lagi rekaman itu. Anehnya bukannya suara saya yang keluar melainkan suara bisikan atau tepatnya desahan. Karena saya belum sadar apa yang terjadi, saya anggap itu adalah suara ombak laut karena memang persis seperti itu, saya cari-cari hasil rekaman tadi ternyata tidak ada.
Akhirnya saya rekam kembali lagu tersebut, dan seperti awal tadi saya putar kembali suara saya. Tentu saja ketakutan mulai menyelusupi diri saya karena suara itu lagi yang muncul.
Suaranya seperti ini:  Suara Hantu 2 atau seperti berikut   Suara Hantu 1
Saya tengok ke kanan kiri tak ada apa-apa. Barulah saya menyadari ini bukan kejadian biasa. Segera saja saya keluar untuk kembali merekam lagu saya. Sebab saya khawatir karena ketakutan lagu saya akan hilang dari memori otak saya.
Setelah kejadian tentu saja saya bercerita ke istri sepulang sekolah. Saya katakan: “Dik, dengarkan ini!”
Istri saya langsung menebak, “Oalahaini suara hantu kan.”
“Koq pean tahu? Dimana ce?”
“Di ***”
“Iyo e, tepatnya dimana ce?”
“Di Selatan pojok barat dekat jendela”
“Huebat, benar sekali!”
“Lha wong aku lho mas sering kalau ikut pean ke sekolah melihat dia berdiri di situ.”
Haduh, jadi selama ini saya tiap sendiri di tempat tersebut selalu ditemani hantu tersebut. Hiiii.
Hebatnya lagi istri saya bisa menggambarkan hantu itu wanita, berambut panjang, berpakaian putih lusuh dan seluruh tubuhnya penuh dengan berlepotan tanah becek (lemah jeblokan).
Pantesan beberapa waktu yang lalu ada murid saya yang pernah ketakutan karena melihat hantu itu persis seperti apa yang digambarkan istri saya.
Pungkas istri saya: “Sudah mas nggak usah ngomongin dia, tuh dia sekarang datang duduk di pintu kamar kita!” Masak sih!
Saya juga bercerita ke seluruh guru Al-Musthofa, diantara beberapa guru yang bisa melihat makhluk halus mereka meyakinkan saya bahwa memang itu suara hantu. Dan yang paling meyakinkan adalah kata Pak Imam guru seni yang memang pernah mempelajari hal-hal mistik.
Setelah dia mendengarkan ini  Suara Hantu 2 atau berikut  Suara Hantu 1
 Dia mengatakan bahwa memang hantu itu mempunya gelombang elektromagnetik yang mendekati alat-alat elektronik sehingga sangat memungkinkan suara mereka bisa memasuki HP, wajah mereka bisa menghiasi foto, atau masuk ke dalam layar televisi.
Yang lebih mengejutkan lagi bagi saya adalah hantu tidak terikat jarak, ruang dan waktu sehingga ketika mereka diomongkan mereka akan langsung mengetahui dan mendatangi yang sedang membicarakan jika omongan itu menyakitkan mereka akan marah dan bagi yang merasakan akan tahu hawa panas yang mereka pancarkan.
“Sekarang saja dia sudah ada di sini, Pak Haris,” terkejut saya dengan perkataan itu. Saya tanyakan kepada istri saya yang ikut.
“Sebentar Pak Imam, pasti dia sekarang ada di dalam mobil duduk di depan sebelah sopir!” kata istri saya. Pak Imam mengangguk. Huh, jadi begitu ya. Makanya, seandainya mendengarkan rekaman tersebut, jika Anda bisa merasakan kehadirannya jangan kaget sekarang dia sedang ada di samping Anda. Bukan menakuti, tapi memang begitulah kenyataannya.
Saya jadi penasaran sebenarnya siapa sih yang datang ke HP saya tersebut, saya dapat jawaban pasti dari Pak Rochim almarhum kepala MTs. Beliau mengatakan bahwa kemungkinan itu adalah arwah gentayangan dari seorang cewek yang dulu pernah ditemukan di sungai tepatnya di tambangan. Karena tidak diketahui identitasnya, mayat itu langsung di kubur di pemakaman Canggu yang dekat madrasah Al-Musthofa ini. Oh, jadi begitu kejadiannya.
Begitulah, apa yang saya alami berkaitan dengan kejadian mistik. Saya nggak pernah bisa melihat hantu hanya bisa merasakan kehadirannya. Bahkan saya yakin ketika menulis pengalaman ini dia menunggui saya.
Sedangkan lagu yang saya rekam tadi, alhamdulillah Insya Allah akan saya luncurkan pada Album Sholawat Vol. 2 dengan judul Bi Rosulillah. Bagaimana lagunya, tunggu saja launchingnya.

Catatan:
Tempat kejadiaan ini saya beri *** sebab saya nggak mau setia siswa yang datang di tempat tersebut akan ketakutan.

Sabtu, 10 Desember 2011

Ustaz Muda yang Senang Pamer

Industri hiburan dan televisi Indonesia tumbuh dengan pesat. Berbagai judul bermunculan. Mulai dari sinetron, reality show sampai film televisi (FTV) laris manis.
Salah satu fenomena yang menarik dan menggelitik adalah munculnya ustaz-ustaz muda di program infotainment.
Wajah mereka lumayan, usianya mulai dari 20-an tahun sampai 30-an tahun dan lucunya, mereka mampu pamer harta di depan kamera.
Saat muncul di infotainment, bukan nilai-nilai agama atau tempat mereka belajar agama yang menjadi topik wawancara. Melainkan rumah baru mereka, mobil baru, koleksi sepatu sampai motor besar seharga ratusan juta rupiah.
Memang agama tidak melarang kita untuk kaya-raya bergelimang harta. Yang dilarang ialah mendapatkan kekayaan dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, menipu atau mencuri.
Tapi secara akal sehat apakah pantas para ustaz muda tersebut pamer harta bahkan pamer kemesraan seperti layaknya artis sinetron di layar infotainment?
Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan miliaran umat muslim tidak pernah hidup dalam kemewahan. Ia dikenal dengan kesederhanaannya, kebersahajaannya dan sopan santunnya dalam perkataan serta perbuatan. Sepantasnya para ustaz muda ini mencontoh.
Lagipula di negara ini masih ada puluhan juta rakyat Indonesia yang untuk makan sekali dalam sehari saja sulit.
Miris rasanya melihat para pendakwah yang punya kewajiban memberi contoh yang baik dan bijaksana malah pamer harta di infotainment.
Saya kutip dari Yahoo.co.id.
Tambahan:
Saya sangat setuju dengan artikel ini, saya sudah neg dengan seorang ustad yang baru-baru ini menikah, belum resmi sudah kesana kemari memerkan kemesraan, lucunya ada salah satu infotainment yang minta komentar ustadz lainnya tentang perilaku sahabatnya. katanya itu wajar saja, toh yang cewek segera dinikah, Saya tertawa, tentu saja dia berpendapat seperti itu, lha wong dia juga ustad yang masih penuh tanda tanya (?) backgroundnya saja dulu katanya mabuk-mabukan sekarang saja dia tobat.
Ada lagi ustad yang tiap pagi muncul dengan jagronnya Jamaah oh jamaaaah. Huh pa benar sih di harus membuat orang menangis dengan cara seperti itu, masa sih agama dicampur aduk dengan ketenaran artis yang perilakunya membuat miris, saya kira ustadz ini mendompleng ketenaran artis itu.
Ada lagi ustad yang mempemainkan agama dengan lawakannya. sungguh apa bedanya dakwah dengan acara lawak?

Sabtu, 26 November 2011

Timnasku Kau Tetap Kubela

Senin malam, 21 November 2011, pertandingan yang sangat saya nanti seger dimulai, berbagai perasaan campur aduk ada di dada. Yang pasti kemenangan sangat saya harapkan. Saya sadar perasaan ini sama sekali tidak akan bermanfaat dalam kehidupan saya. tapi paling tidak saya masih punya secuil perasaan buat nasionalisme yang semakin hari semakin menipis berbarengan dengan perilaku para elit politik dan pemerintahan yang semakin memuakkan.

Akhirnya pertandingan itu dimulai, degup jantung semakin membuncah. dan rasanya jantung ini serasa meledak ketika sundulan Gunawan menembus pertahanan Malaysia. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama sebab sebentar kemudian Malaysia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Ketika gemetar sudah memuncak tiba-tiba HP berdering disana istri saya memanggil untuk pulang. Ya saya harus pulang dari Nobar di Al-Musthofa karena istri saya nggak kuat menaham dem panas melihat sepak bola sendirian.
Sesampainya di rumah saya melanjutkan gemetar saya. Saya bersorak ketika di babak tambahan Indonesia memasukkan gol sayang gol itu dianulir karena offside. gemeretuk gigi saya. Huh, rasanya gemetar dan dag dig dug hai saya ini melebih dag dig dug saya waktu akan mengucapkan ijab kabul pernikahan saya dulu. itu yang saya katakan sama istri. dan iapun tertawa tapi nyataya ia juga merasakan hal yang sama. Dasar!
Akhirnya babak perpanjangan selesai, adu pinalti terpaksa dilakukan. Sayangnya Idonesia kalah dalam adu ini.
Tapi bagaimanapun kekalahan ini adalah kekalahan termanis Indonesia. Sebab mereka sudah berjuang mati-matian hanya keberutungan saja yang belum berpihak. Maka, bagaimanapun keadaan timas ini saya tetap mendukung 1000%. 2 hari lagi mungkin saya harus gemetar lagi karena timnas selection akan bertanding dengan La Galaxy, yang ada David Beckamnya. Apakah akan kalah lagi. Jangan sampailah.

Sabtu, 05 November 2011

Tema Tempelan yang Berani


Untuk kedua kalinya saya bisa menikmati film idola saya setelah sebelumnya Dawai 2 Asmara kini Sajadah Ka’bah.  Jika dulu hanya bisa menyaksikan di layar televisi, itupun film lawas, maka menjadi suatu kebanggaan tersendiri jika sekarang saya bisa menonton langsung film yang masih fresh lewat bioskop.
Sayangnya cerita-cerita yang dulu saya terima tentang Rhoma Irama, yakni bagaimana berdesakannya para penonton memasuki bioskop Mojokerto sekitar tahun 90-an ke bawah yang pada waktu itu ada 3 buah (Ratna, Indra dan Garuda Cineplex) untuk bisa menyaksikan Rhoma beraksi di layar lebar. Kemarin, kursi yang berjumlah sekitar 150-an hanya terisi 15 orang. Itupun ketika film baru berjalan 15 menit 4 orang keluar  tak kembali lagi. Hem, rupanya ketenaran Rhoma sudah tak bersinar lagi. Dalam hati saya berpikir, kalau semua bioskop hanya segelintir yang masuk ke film Sajadah Ka’bah ini, lalu bagaimana Rhoma bisa mengembalikan biaya produksi ya?
Tapi, sudahlah itu menjadi PR Rhoma sendiri, yang penting buat saya masih bisa menyaksikan Rhoma yang sudah keriput ditaksir Shoiba (Ida Iasha) sang janda cantik. Bumbu yang kurang tepat menurut saya, mengingat Rhoma sudah waktunya dipanggil kakek.
Setting film di Lombok ini lumayan membuat saya kagum dengan kebesaran ciptaan Allah sebagaimana yang diinginkan Rhoma, cuma hati kurang sreg saja ketika film baru pertama kali main terdengar suara Rhoma yang memuji ciptaan Allah. Mungkin inilah yang disebut orang-orang sebuah karya “dakwah” yang menggurui.
Karya dakwah? Nanti dulu, ini bukan film islami, lagian mana ada sih film islami, yang ada Islam hanya dijadikan baju untuk promosi agar menjadi laris, tak terkecuali – maaf – film AAC dan KCB adaptasi dari novel Habiburahman Al Shirazy. Apalagi di film Rhoma ini, masih banyak di sana sini adegan yang tidak mengindahkan aturan Islam laki-laki perempuan bersentuhan tanpa batas, busana yang memperlihatkan belahan dada, lihatlah bagaimana pacar Ridho muncul dengan kaos ketat dengan dada putih mulus. Apa saya dapat dakwah? TIDAK! Justru nafsu yang muncul.
Terlepas dari itu semua, tema yang diusung oleh Rhoma kali ini terbilang cukup berani. Sebab, dia memasukkan masalah furuiyah dalam beberapa adegan, bagaimana bedug dan tasbih yang dianggap bid’ah sebagian orang dibantah oleh Rhoma. Bantahannya semakin jelas ketika ada forum FAHMI TAMAMI (Forum silaturahmi – maaf Rhoma yang betul itu silaturrahim – takmir masjid dan musholla Indonesia) di situ Rhoma mengungkapkan kegelisahannya terhadap sebagian kelompok yang suka membid’ahkan bahkan mengkafirkan golongan Islam lainnya.
Menurut saya, Rhoma terlalu berlebihan. Meskipun saya juga kurang suka terhadap golongan tersebut, tapi saya juga kurang setuju kalau Rhoma sampai menyalahkan mereka. Mestinya kita patut acungi jempol karena keteguhan mereka memegang keyakinan, tidak seperti saya termasuk Rhoma yang mudah saja membelokkan syariat agama sekehendak hati. Bukankah mereka juga bertujuan baik! Apalagi Rhoma menganggap yang ditentang kelompok itu bukan termasuk syariat. Wahai Rhoma mereka punya dalil kuat, coba ungkapkan dalilmu. Kalau bisa bentuk buku.
Meskipun tema besar yang diusung, menurut saya ini masih merupakan tempelan saja, sebab semuanya masih kurang jelas, hanya sekedar pemanis dari film yang banyak adegan maksiatnya ini. Makanya kepada Bang Haji Rhoma Irama, buatlah bantahan yang memadai agar saya bisa terima dengan pendapat sampeyan, sekali lagi buatlah buku!
Terlepas dari itu semua, menurut saya film ini persis film tahun 70-an yang mana adegan demi adegan dilakukan tokohnya dengan kaku, Ruhut Sitompul aktingnya tak menarik, Rhoma juga begitu, apalagi saya sangat terganggu dengan mulut Ridho yang tak pernah mau membuka lebar dalam setiap dialog dan nyanyian, Rhoma ingatkan anaknya dong agar ekspresinya yang datar dikurangi dengan dialognya yang sesuai gerak bibir.
Akhirnya dari semua kekurangan tetap acungan jempol saya berikan kepada Rhoma karena diusianya yang sepuh masih juga dia eksis dan mampu menunjukkan talentanya. Oh, ya Bang, tolong dong kalau mengeluarkan lagu jangan satu saja, seperti dulu itu lho satu fim 5 lagu atau lebih lagu baru yang kau munculkan. Jadi ketika beli soundtracknya saya nggak rugi.