Sebelum lebih lanjut Anda membaca tulisan saya berikut, terlebih dahulu yakinkan diri Anda dulu bahwa makhluk halus itu benar-benar ada. Hal ini sangat penting mengingat apa yang saya alami ini bukanlah bualan dan terpengaruh dengan berbagai film mistik/hantu yang bertebaran di televisi dan bioskop.
Sama seperti sebagian besar orang, saya juga tidak terlalu percaya dengan yang namanya hantu yang suka menggangu manusia apalagi sampai membunuh seperti yang pernah saya lihat di film-film. Tapi setelah kejadian yang saya alami ini barulah saya benar-benar yakin bahwa memang yang namanya makhluk 4 dimensi itu benar-benar ada.
Baiklah saya akan bercerita ringkas saja. Saya yakin cerita saya ini bukanlah satu-satunya yang pernah dialami orang, tapi bagi saya ini adalah pengalaman yang tak pernah saya lupakan. Hari itu Selasa, 20 April 2010, seperti biasa saya bertugas di MTs. Al-Musthofa Canggu, tepat pukul 08.30 saya mendapat tugas untuk mengantarkan berkas ke MTsN sebagai kelengkapan UNAS kelas 9, memang hari itu adalah hari pertama UNAS kelas 9 dilaksanakan.
Ditengah perjalanan pulang, sebagaimana kebiasaan saya, saya sangat suka menyanyi terutama lagu-lagu Rhoma Irama, tapi mengingat saya punya keinginan untuk meluncurkan album sholawat yang ke-2 maka waktu luang tersebut saya manfaatkan untuk menciptakan lagu dan alhmadulillah saya berhasil menemukan lagu Bi Rosulillah, terinspirasi lagu MAYADA vol 2.
Karena menurut saya lagu tersebut sangat layak untuk direkam maka buru-buru saya setiba di Al-Musthofa, mengambil tempat yang sepi untuk merekam lagu tersebut. Asal Anda tahu, selama ini jika saya membuat lagu hanya lewat bisik-bisik sebab maklum saja saya tidak mengerti not balok.
Mulailah saya rekam lagu tersebut, setelah selesai saya coba untuk memutar lagi rekaman itu. Anehnya bukannya suara saya yang keluar melainkan suara bisikan atau tepatnya desahan. Karena saya belum sadar apa yang terjadi, saya anggap itu adalah suara ombak laut karena memang persis seperti itu, saya cari-cari hasil rekaman tadi ternyata tidak ada.
Akhirnya saya rekam kembali lagu tersebut, dan seperti awal tadi saya putar kembali suara saya. Tentu saja ketakutan mulai menyelusupi diri saya karena suara itu lagi yang muncul.
Saya tengok ke kanan kiri tak ada apa-apa. Barulah saya menyadari ini bukan kejadian biasa. Segera saja saya keluar untuk kembali merekam lagu saya. Sebab saya khawatir karena ketakutan lagu saya akan hilang dari memori otak saya.
Setelah kejadian tentu saja saya bercerita ke istri sepulang sekolah. Saya katakan: “Dik, dengarkan ini!”
Istri saya langsung menebak, “Oalahaini suara hantu kan.”
“Koq pean tahu? Dimana ce?”
“Di ***”
“Iyo e, tepatnya dimana ce?”
“Di Selatan pojok barat dekat jendela”
“Huebat, benar sekali!”
“Lha wong aku lho mas sering kalau ikut pean ke sekolah melihat dia berdiri di situ.”
Haduh, jadi selama ini saya tiap sendiri di tempat tersebut selalu ditemani hantu tersebut. Hiiii.
Hebatnya lagi istri saya bisa menggambarkan hantu itu wanita, berambut panjang, berpakaian putih lusuh dan seluruh tubuhnya penuh dengan berlepotan tanah becek (lemah jeblokan).
Pantesan beberapa waktu yang lalu ada murid saya yang pernah ketakutan karena melihat hantu itu persis seperti apa yang digambarkan istri saya.
Pungkas istri saya: “Sudah mas nggak usah ngomongin dia, tuh dia sekarang datang duduk di pintu kamar kita!” Masak sih!
Saya juga bercerita ke seluruh guru Al-Musthofa, diantara beberapa guru yang bisa melihat makhluk halus mereka meyakinkan saya bahwa memang itu suara hantu. Dan yang paling meyakinkan adalah kata Pak Imam guru seni yang memang pernah mempelajari hal-hal mistik.
Dia mengatakan bahwa memang hantu itu mempunya gelombang elektromagnetik yang mendekati alat-alat elektronik sehingga sangat memungkinkan suara mereka bisa memasuki HP, wajah mereka bisa menghiasi foto, atau masuk ke dalam layar televisi.
Yang lebih mengejutkan lagi bagi saya adalah hantu tidak terikat jarak, ruang dan waktu sehingga ketika mereka diomongkan mereka akan langsung mengetahui dan mendatangi yang sedang membicarakan jika omongan itu menyakitkan mereka akan marah dan bagi yang merasakan akan tahu hawa panas yang mereka pancarkan.
“Sekarang saja dia sudah ada di sini, Pak Haris,” terkejut saya dengan perkataan itu. Saya tanyakan kepada istri saya yang ikut.
“Sebentar Pak Imam, pasti dia sekarang ada di dalam mobil duduk di depan sebelah sopir!” kata istri saya. Pak Imam mengangguk. Huh, jadi begitu ya. Makanya, seandainya mendengarkan rekaman tersebut, jika Anda bisa merasakan kehadirannya jangan kaget sekarang dia sedang ada di samping Anda. Bukan menakuti, tapi memang begitulah kenyataannya.
Saya jadi penasaran sebenarnya siapa sih yang datang ke HP saya tersebut, saya dapat jawaban pasti dari Pak Rochim almarhum kepala MTs. Beliau mengatakan bahwa kemungkinan itu adalah arwah gentayangan dari seorang cewek yang dulu pernah ditemukan di sungai tepatnya di tambangan. Karena tidak diketahui identitasnya, mayat itu langsung di kubur di pemakaman Canggu yang dekat madrasah Al-Musthofa ini. Oh, jadi begitu kejadiannya.
Begitulah, apa yang saya alami berkaitan dengan kejadian mistik. Saya nggak pernah bisa melihat hantu hanya bisa merasakan kehadirannya. Bahkan saya yakin ketika menulis pengalaman ini dia menunggui saya.
Sedangkan lagu yang saya rekam tadi, alhamdulillah Insya Allah akan saya luncurkan pada Album Sholawat Vol. 2 dengan judul Bi Rosulillah. Bagaimana lagunya, tunggu saja launchingnya.
Catatan:
Tempat kejadiaan ini saya beri *** sebab saya nggak mau setia siswa yang datang di tempat tersebut akan ketakutan.