Selamat datang!! Silakan Anda mengutip semua artikel yang ada di kami tapi Anda harus menyertakan saya sebagai penulisnya

Jumat, 21 Mei 2010

Syukurlah

19 Pebruari 2004

Keinginanku untuk segera menikah untuk saat ini menurut Tuhan rupanya belum dianggap mampu untuk melakoninya. Ini terbukti dari beberapa kegagalan yang kutemui. Pada mulanya setelah hari raya kemarin aku benar-benar telah bertekad bulat untuk menawari seorang gadis desa tetangga untuk kujadikan istri, kenyataannya dia telah diraih orang, ya sudah. Itu berarti memang dia bukan jodohku. Itu saja. Toh aku memang kurang sreg dengan keadaanya.
Aku ditawari oleh saudara jauh untuk menjadi suami dari gadis di desanya. Dari kriteria yang diomongkan ternyata menurut hati ini koq kurang sreg, jadinya ya aku kurang bernafsu untuk meraihnya. Meskipun kalau seandainya aku meraihnya, belum tentu bisa sih. He…he…he…
Oh ya sebelum puasa kemarin aku dikenalkan oleh guru ngajiku pada ponakannya. Kalau ini sih sudah sejak lama tidak masuk nominasi, meskipun kriteria yang ada pada gadis itu hanya kurang satu. CANTIK ! secara halus kucoba menolak, eh ternyata guruku itu kurang mengerti, akhirnya tega deh aku padanya kalau aku kurang berkenan dengan ponakannya. Meskipun agak kurang ajar pokoknya khan berhasil.
Di tempat kuliah dari dulu aku melihat seorang gadis yang cantik. Aku sih nggak memperdulikan soalnya aku khan sudah punya gebetan di desa sendiri. Eh setelah aku gagal gebetanku barulah aku melirik dia. Mulailah aku pasang aksi untuk meraihnya. Entah dengan ragu atau yakin. Yang pasti memang kriteria yang aku pasang 90% ada padanya.
Jodoh ditangan Tuhan. Itu sudah harga mati. Makanya sambil lalu aku mohon kepada Tuhan agar secepatnya menunjukkan kepadaku apa bisa ia menjadi jodohku. Kalau tidak pasti ada petunjuk, kalau bisa pasti segera terealisasi. SYUKUR-lah ternyata aku yang banyak maksiat ini diberi petunjuk Tuhan kemarin malam. Ternyata gadis itu akan segera menikah. Nah itu berarti dia sudah lama menjalin hubungan dengan lelaki lain selagi aku belum meliriknya. Jadi kekecewaanku tidak terlalu besar dibandingkan kecewaku kepada gadis desaku yang nggak punya gebetan tapi menolakku mentah-mentah.
Untungnya lagi semua terjadi sebelum aku mengungkapkan semuanya padanya. Dan tentu saja semoga sampai nanti dia tidak mengetahuinya. Dan itu berarti menurutku Tuhan akan memberikan yang jauh kebih baik dari yang aku inginkan. Sebab bila kriteria yang agak sempurna saja masih digagalkan Tuhan berarti ada yang lebih sempurna darinya. Keyakinanku ini bukanlah kesombongan sebab bagaimanapun aku menginginkan gadis yang cocok dengan semua keinginanku.
Adalah sebuah keniscayaan bila aku ingin kawin, sekarang aku merasa sudah siap, tapi itu rupanya hanya perasaanku saja. Sebab menurut Tuhan aku masih belum mampu buktinya aku masih gagal untuk meraih seorang gadis. Meskipun begitu aku akan selalu mencari wanita itu entah dimana dia, pokoknya aku ingin mengurangi kemaksiatan yang aku lakukan selama ini. Aku sudah bosan dengan semua yang berbau semu itu. Aku ingin faktalah yang aku nikmati.
Tuhan
Bila memang aku belum siap maka berilah aku kesiapan
Bila memang aku sudah siap maka pertemukanlah
Bila memang aku belum siap maka tahanlah aku dari kemaksiatan
Bila memang aku sudah siap maka berilah aku kesempurnaan
Bila memang aku belum siap maka berilah alternatif
Bila memang aku sudah siap maka engkau akan memuaskan aku
Tuhan
Maafkan aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar