Selamat datang!! Silakan Anda mengutip semua artikel yang ada di kami tapi Anda harus menyertakan saya sebagai penulisnya

Rabu, 01 Januari 2014

Bahaya Menulis Masalah Cinta di Facebook

Jujur deh, status-status cinta pasti sering Anda jumpai di Facebook. Mulai dari status cinta pancingan saat PDKT, bahagia yang meluap-luap saat jadian, dan yang paling sering.. status penuh emosi plus mengumpat karena disakiti pacar atau bertengkar terbuka di Facebook dengan sang pacar. Heran, masalah cinta yang seharusnya bisa diselesaikan berdua justru diumbar terang-terangan, seolah seluruh dunia harus tahu.
Pamer Tidak Menyelesaikan Masalah
Facebook adalah media yang menyenangkan untuk pamer. Pamer dalam hal apapun, mulai dari pamer barang, pamer kegiatan, pamer kemesraan bahkan pamer pertengkaran. Menurut Varkha Chulani, seorang ahli psikolog yang memiliki situs varkhachulani.com,seharusnya ada batasan yang jelas antara berbagi informasi (di Facebook) dan pamer secara emosi. Yang disebut pamer emosi adalah menuliskan apapun yang sedang dirasakan.
Perasaan yang bersifat pribadi, kemesraan yang ditujukan untuk pasangan atau pertengkaran dengan seseorang sebaiknya tidak dituliskan secara terbuka, apalagi di media online yang bisa dibaca semua orang. Emosi apapun yang bersifat pribadi sebaiknya disampaikan langsung kepada orang yang dituju melalui jalur pribadi, bertemu langsung, sms, atau pesan pribadi (inbox).
Menuliskan pertengkaran atau emosi di wall Facebook atau media sosial apapun tidak akan menyelesaikan masalah. Anda justru akan ditertawakan orang lain karena dianggap pengecut yang hanya berani di Facebook atau dicap sebagai tukang pencari perhatian. Sebagian orang juga merasa bosan dan 'alergi' membaca status mesra yang diumbar setiap 30 menit sekali.
Bunuh Diri Karena Status Mantan
Selain perasaan bosan dan jengah membaca status emosi di Facebook, menuliskan status cinta tanpa pertimbangan bisa membahayakan nyawa seseorang. Seorang gadis berusia 23 tahun bunuh diri setelah membaca status mantan kekasihnya. Sang mantan menuliskan betapa bahagia dirinya setelah putus dari sang gadis, dilansir oleh bizcovering. Hal ini tentu sangat disayangkan dan jangan sampai terjadi di Indonesia.
Menuliskan status di Facebook boleh saja, tetapi usahakan agar informasi tersebut berguna untuk orang lain, tak sekedar ajang pamer. Jika Anda ada masalah dalam hal asmara, percayalah, mengumbarnya di Facebook tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.

6 komentar:

  1. ngge pak saya akan lebih berhati-hati lagi menggunakan facebook

    (Grenda Yoga Pribadi XI IPA)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gitu sya juga haruss hati'' apa lagi saya perempuan ya pak
      (septa nur tilawati f x1 ips)

      Hapus
  2. Ottchaa Erfhiie3 September 2014 08.02

    tapi pak , bisa saja orang itu menceritakan kisah cinta nya di media facebook agar orang yg di sayanginya dapat merasakan apa yg di rasakan saat itu . dan mungkin dia tidak memilih media messengers mungkin karna dia ingin membuktikan bahwa dia benar" tulus dengan perasaanya itu , maksud saya , bisa saja dia ingin membuktikan betapa besar dan tulusnya rasa sayanknya itu terhadap orang yg di sayanginya . maka dari itu orang tsb lebih memilih media facebook sbg bahan untuk mengumbar kisah cintanya .

    dan berkat saran bapak , saya bisa lebih mengintropeksi diri saya sendiri yg paling sering menggunakan media facebook sebagai sarana pencurahan hati . terima kasih atas saran yg sudah bapak berikan .

    #Chintya R. IX-C

    BalasHapus
  3. sya setuju dengan artikel yang bapak buat. sebab menulis curahan hati dalam media facebook itu berarti telah memperlihatkan suatu masalah yang seharusnya masalah tersebut menjadi hal yang pribadi bagi penulis.

    dari sini sya dapat mengintropeksi diri serta mengambil hikmah, bahwa media facebook bukanlah tempat mempermalukan diri, akan tetapi tempat dimana seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain. disisi lain komunikasi tersebut juga memiliki batasan tersendiri..

    (Umi Fadilah XI IPA)

    BalasHapus
  4. saya setuju akan pendapat bapak akan bahaya facebook saya akan berhati hati dalam mengoprasikan facebook ...

    BalasHapus
  5. sya setuju dngan artikel pak haris krena menulis kata-kata apa yng di rasakan saat nie gak patut di tulis di media fecebook apalagie smpai mnulis mzalah pribadi ke media facebook it sama saja mengumbar kepribadiannya ..


    NAMA : PUJI YULIA PRATIWI
    KELA : X1 ips

    BalasHapus