Selamat datang!! Silakan Anda mengutip semua artikel yang ada di kami tapi Anda harus menyertakan saya sebagai penulisnya

Jumat, 21 Mei 2010

MUTU PENDIDIKAN, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Mutu pendidikan bukanlah tanggung jawab guru saja,
pemerintah dan masyarakat juga wajib bertanggung jawab

Dulu, ketika program bantuan bagi guru muncul pertama kali yang berupa Bantuan Khusus Guru (BKG) seluruh rakyat Indonesia menyambutnya dengan antusias. Karena dengan adanya bantuan ini mereka berharap bahwa seiring dengan bantuan tersebut maka meningkat pula mutu pendidikan rakyat Indonesia.
Kini, hampir 10 tahun bantuan itu diberikan dan telah berganti dengan Tunjangan Fungsional Guru, namun harapan yang telah begitu besar dibebankan kepada guru tak kunjung menampakkan wujudnya. Adakah yang salah dengan BKG atau Tunjangan Fungsional tersebut? Tak mudah kita menjawabnya. Karena begitu kompleksnya permasalahan yang dihadapi guru sebagai personal dengan permasalahan negara yang tak kunjung reda.
Setidaknya menurut penulis ada tiga sudut pandang yang bisa dijadikan acuan untuk mengungkapkan mengapa tujuan pemerintah yang begitu mulia menjadi sesuatu yang malah menjadikan buah simalakama.
1. Faktor Guru
Memang gurulah yang paling bertanggung jawab untuk mewujudkan kualitas pendidikan. Dari merekalah suatu negara bisa menjadi maju atau mengalami kemunduran. Maka tentu saja guru harus senantiasa meningkatkan pengetahuannya karena memang itulah yang diinginkan pemerintah ketika mencairkan dana untuk memberikan sekedar bantuan. Kecil memang, hanya Rp.200.000/bulan tapi bayangkan dengan jumlah guru di Indonesia yang sudah mencapai angka jutaan.
Boleh jadi sebagian besar guru kurang puas dengan bantuan yang kecil itu. Tapi seandainya guru dengan perasaan tulus ikhlas menyampaikan ilmunya maka akan kita jumpai betapa anak didik kita akan mencapai target yang telah kita canangkan. Tapi kenyataannya dengan ketidak puasan tersebut guru menjadi seenaknya menjalankan tugasnya datang memberikan materi pergi meninggalkan pekerjaan rumah. Tak ada lagi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif saja melainkan aspek afektif dan psikomotor yang notabene merupakan ranah yang saling mendukung demi keberhasilan hidup anak didik kelak.
Benar, guru juga manusia yang butuh mengepulkan asap dapur. Tapi, bagaimanapun menjadi guru sejak awal mestinya mereka telah tahu konsekwensi yang akan dihadapi. Jika ingin mencari kekayaan menjadi guru bukanlah pilihan yang bijak. Tapi yang perlu ditekankan di sini beban moral yang telah disandang guru haruslah tetapi bertengger di pundak. Maka bagaimanapun rendahnya penghasilan yang telah didapat tidak dapat dijadikan alasan untuk melaksanakan tugas semau gue.Tunjangan Fungsional setidaknya bisa menjadi pendorong semangat bahwa pemerintah telah memberikan perhatian lebih pada profesi guru.
Bisa jadi apa yang penulis ungkapkan banyak rekan sejawat yang tidak setuju tapi yang penulis inginkan jangan merasa layak mendapatkan gaji besar, tunjangan tinggi, bantuan selangit jika dalam perilaku mengajar sehari-hari sulit dikatakan sebagai guru yang ideal.

2. Faktor Pemerintah
Benar memang, apa yang telah diberikan pemerintah kepada guru pada dekade terkahir semakin menunjukkan apresiasinya. Apalagi dengan adanya program sertifikasi guru yang sekarang masih dalam proses penuntasannya. Namun pemerintah juga harus menyadari bahwa tidak hanya dengan meningkatkan gaji atau pemberian bantuan yang besar akan menjadi solusi pendidikan akan bermutu. Banyak tuntutan pemerintah yang sekarang masih dirasakan guru menjadi tuntutan yang mustahil.
Hal ini jika dikaitkan dengan begitu kompleksnya permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia secara umum dan lembaga pendidikan khususnya. Masih segar diingatan kita bagaimana pemerintah menuntut agar setiap guru paling tidak menyelesaikan pendidikan S1 sedangkan ketika menjadi guru, mereka yang lulusan SMA/sederajat bingung bagaimana mereka menempuh S1 tersebut sedangkan gaji sebulan yang didapat dari sekolah hanya bisa dimakan dalam tempo paling lama 15 hari.
Tidak masuk diakal juga adalah kebijakan pemerintah yang menjadikan tolok ukur Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan. Padahal mestinya setiap sekolah mempunyai otonomi sendiri untuk menentukan apakah siswanya lulus atau tidak. Dan dengan kebijakan tersebut pemerintah juga berkontribusi menebarkan aroma kecurangan kepada tiap-tiap sekolah.
Tidak usah disangkal bahwa Ujian Nasional tidak mengalami kebocoran, semua sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap lembaga mempunyai trik sendiri-sendiri untuk memberikan bantuan kepada anak didiknya. Dan ini berlaku pada sekolah negeri sekalipun, apalagi yang swasta. Berita di beberapa daerah mengenai tertangkapnya oknum guru yang melakukan kecurangan hanyalah sampel saja dari sekian sekolah yang melakukan hal yang sama.
Jika demikian, apakah pemerintah mesti menghapus keberadaan Ujian Nasional? Tak relevan juga kalau hal tersebut dilakukan, karena bagaimanapun UN bisa dijadikan parameter dalam menilai seberapa besar kemajuan yang telah dicapai oleh lembaga-lembaga pendidikan. Hemat penulis, UN tetap ada tetapi janganlah dijadikan patokan dalam meluluskan anak didik. Biarlah masyarakat yang akan menilai.

3. Faktor Masyarakat
Tuntutan tinggi yang dibebankan kepada guru secara tidak sadar telah mengantarkan pada pendidikan dengan kualitas rendah. Masyarakat menuntut bahwa guru telah menerima bantuan “cuma-cuma” dari pemerintah. Dengan demikian guru harus bekerja semaksimal mungkin mengantarkan anak didik dalam mencapai cita-citanya.
Kepada pemerintah masyarakat juga menuntut begitu banyak yang pada akhirnya malah menjadikan tuntutan itu tidak proporsional lagi. Bagaimana mungkin pemerintah mengabulkan semua permintaan padahal masyarakat juga bertanggung jawab atas kelangsungan pendidikan. Komite Sekolah dibentuk bukankah salah satu tugasnya adalah untuk membantu pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan.
Masyarakat juga banyak yang tidak menyadari bahwa mereka adalah guru di luar sekolah. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak didik, memberikan tauladan yang baik, memberikan dorongan agar anak didik untuk giat belajar adalah beberapa contoh bahwa masyarakat juga bertanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan demikian, masyarakat tidak mungkin lepas tangan dan ongkang-ongkang kaki menjadi pengamat yang hanya pandai berkomentar tapi tidak pintar menjadi pemain. Kontribusi masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan sangatlah signifikan.
Dengan menyadari akan hal tersebut, seyogyanlah masyarakat berlomba-lomba berpartisipasi bahu-membahu dengan guru sebagai pendidik & pengajar formal serta bersama pemerintah sebagai fasilitator dan kontributor pendidikan menciptakan pendidikan yang bermutu serta duduk bersama mencari akar permasalahan yang menghambat pendidikan yang rendah dan berusaha mencari solusi yang tepat.

Catatan:
Pernah dimuat di Radar Mojokerto
Tahun 2008

KEMEROSOTAN AKHLAQ

BAB I
PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial dalam segala aktifitasnya. Mereka tak akan bisa menjalankan kegiatannya bila tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain. Berupa moril maupun materiel. Sekalipun kegiatan itu berupa uzlah atau mengasingkan diri. Nabi Muhammad SAW dalam bertahannuts di gua Hira’ tanpa bantuan istrinya, mustahil bisa tenang melakukan kegiatan tersebut. Ini adalah fakta sejarah abadi bahwa dalam segala bentuk kegiatan manusia selalu membutuhkan bantuan sesamanya.
Dari pada itu, manusia dalam berinteraksi terhadap sesamanya, terikat norma-norma atau aturan-aturan agar dalam membina hubungan tidak terjadi kesalah pahaman. Bertolak dari inilah Pendidikan Agama Islam diberikan sebagai salah satu program pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang diajarkan disekolah, baik negeri maupun swasta. Mempunyai andil dalam mewujudkan generasi yang berakhlak karimah. Oleh karena itu perlu adanya perhatian serius agar tujuan pendidikan agama yang merupakan wadah pembentukan generasi Rabbani bisa terealisasi.
Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan siswa tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berkhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya. Adapun ruang lingkup bahan pelajarannya meliputi : keimanan, ibadah, al Qur’an, muamalah, syari’ah, tarikh (sejarah Islam) dan Akhlak. Yang tersebut terakhir inilah merupakan bahasan utama dalam makalah ini.
Sebagaimana telah diketahui kehancuran akhlak diberbagai bidang semakin hari tidak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, justru sebaliknya, kerusakan akhlak dewasa ini sudah diambang batas, sehingga pembinaan akhlak yang serius sudah menjadi kebutuhan yang mendesak dan tak bisa ditawar-tawar lagi.
Tentu menjadi pertanyaan seberapa jauh keberhasilan Pendidikan Agama Islam di sekolah selama ini. Hal ini menurut Husni Rahim berkaitan dengan sedikitnya tiga hal :


Pertama, kenyataan anak didik setelah belajar 12 tahun (SD,SLTP, dan SMU/K), umumnya tidak mampu membaca al Qur’an dengan baik, tidak melakukan shalat dengan tertib, tidak melakukan puasa di bulan Ramadhan dan tidak berakhlak.
Kedua,masih seringnya terjadi tawuran antar siswa sekolah yang tidak jarang memakan korban jiwa, juga masih banyaknya pelanggaran susila serta tingginya prosentasi pengguna obat terlarang dan minuman keras dikalangan anak sekolah.
Ketiga, masih meluasnya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme disemua sektor kemasyarakatan, merupakan isyarat masih lemahnya kendali akhlak di dalam diri seseorang, sehingga ia bersifat konsumtif, berprilaku hidup mewah, dan mudah tergoda untuk berbuat tidak baik. Ini menggambarkan kurang berperannya pendidikan agama.1


 Mengingat pentingnya tujuan Pendidikan Agama Islam dan dalam rangka mencapai mencapai masyarakat madani yang berakhlak mulia diperlukan suatu metode yang bisa digunakan demi mencapai hasil yang menggembirakan.




B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa sajakah sebab akibat kerusakan akhlak dewasa ini ?
2. Metode Pendidikan Agama Islam yang bisa menjadi acuan upaya preventif dan kuratif dalam mengatasi kemerosotan akhlak (dekadensi moral).

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui :
1. Beberapa hal yang menjadi sebab terjadinya kemerosotan akhlak serta berbagai akibat yang ditimbulkannya.
2. Memberikan solusi untuk dijadikan wacana alternatif pemecahan dalam menghadapi berbagai masalah yang merusak akhlak generasi muda saat ini.

D. Kerangka Berpikir
Pencarian akar suatu masalah, dalam hal ini dekadensi moral mempunyai tujuan untuk mencari solusi yang tepat. Analisis yang sungguh-sungguh oleh pihak-pihak yang berkompeten akan sangat mempengaruhi solusi yang dihasilkan, sehingga bila hal itu dilaksanakan akan menjadi obat yang mujarab. Disinilah harus disadari, usaha yang gigih tanpa didasari ilmu yang tepat tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan. Justru merupakan virus yang menggerogoti dari dalam.







BAB II
ANALISIS MASALAH




A. Akhlak, Definisi dan Pengertiannya

Definisi akhlak menurut bahasa adalah tingkah laku, perangai atau tabiat. Sedangkan menurut istilah adalah pengetahuan yang menjelaskan tentang baik dan buruk, mengatur pergaulan manusia dan menentukan tujuan akhir dari usaha dan pekerjaannya.1
Istilah lain dari akhlak adalah etika dan moral. Akhlak pada dasarnya melekat pada diri manusia, menyertai perilaku dan perbuatan. Di sinilah awal dari pembagian dari akhlak. Jika perbuatan yang dilakukan itu adalah buruk, maka disebut akhlak yang jelek atau akhlak mazmumah. Sebaliknya perilaku yang baik disebut akhlaqul mahmudah atau akhlak yang baik.2
Akhlak Islam tidak terlepas dari aqidah dan syari’ah yang telah ditentukan oleh pembuat syar’i (Allah). Oleh karena itu segala tingkah laku seseorang yang beragama Islam harus selalu bersandarkan pada aspek keyakinan dan ketaatan pada sang Khalik. Sehingga memunculkan tingkah laku yang baik. Sebagaimana yang pernah dikatakan Nabi Muhammad SAW bahwa beliau dijadikan rasul hanyalah untuk menunjukkan, mengarahkan,memperbaiki dan menyempurnakan akhlak yang mulia (baik)
Menunjuk pada hal tersebut Muhammad SAW adalah prototipe manusia yang menjadi figur pertama dalam menerapkan ajaran-ajaran Islam.
Sebagaimana firman Allah SWT :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ للَّهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْ جُوْااللََّهَ وَالْيَوْمَ لاَْخِرِ وَذَكَرَاللَّهَ كَثِيْرًا
Artinya:
“Sungguh dalam diri Rasulullah itu terdapat teladan yang baik untuk kamu dan untuk orang yang mengharapkan keridhaan Allah (dan kedatangan) hari akhir, serta ia banyak mengingat Allah.” (Q.S. Al Ahzab 21)
Agama Islam dijadikan sebagai awal dari pembentukan generasi yang Rabbani karena Agama Islam merupakan ajaran yang sempurna ini dapat dilihat dalam Firman Allah SWT :
.....اَلْيَوْمَاَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلاِسْلاَ مَدِيْنًا.....
Artinya :
“......Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu buat kamu dan Aku cukupkan ni’matKu bagimu dan Aku ridhai Islam menjadi agama bagimu.......”
(QS. Al Maidah 3)

B. Sebab Akibat Merosotnya Akhlak Generasi Muda Saat Ini
Gerakan Islam ditahun belakangan ini menghadapi berbagai tragedi, suasana yang sukar lagi menyulitkan sambung-menyambung menyebabkan pertumbuhan da’wah Islam terhambat.3
Seiring dengan perkembangan teknologi dan industri di dunia, maka berkembang pula tantangan-tantangan yang menghalangi maju dan berkembangnya penyebaran da’wah.
Inflitrasi kebudayaan dari segala arah dengan berbagai cara senantiasa dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Berbagai model sarana ditampilkan menarik perhatian generasi muda. Sehingga yang jelek tampak menjadi indah, yang buruk dikatakan baik dengan berbagai argumen diajukan yang ragu menjadi yakin untuk mengikuti arus inflitrasi tersebut.
Sangat disayangkan, ternyata serangan kaum kuffar tersebut tak disadari oleh kalangan dakwah, ulama serta cendekiawan muslim atau mereka telah mengetahui tapi pura-pura tak mengerti. Sedikit sekali diantara mereka yang bersungguh-sungguh menangkis serangan kaum kuffar tersebut. Padahal jauh-jauh hari Allah telah memperingatkan dalam al Qur’anNya yang mulia :
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَالنَّصَرَ ى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Artinya :
“Dan Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak akan senang kepadamu, kecuali apabila kamu turut agama mereka.......” (QS. Al Baqarah 120)
 Disegala sudut dan berbagai bidang kehidupan serangan ini mereka lancarkan, Dibidang ekonomi, politik bahkan dibidang pendidikan. Justru yang tersebut terakhir, adalah langkah yang paling getol mereka canangkan. Dengan istilah ghazwul fikr. Rencana ini telah dimulai dan akan terus dilancarkan selama belum berhasil. Sudah barang tentu mereka akan dengan teguh mempertahankan bila yang mereka citakan telah berhasil.4
 Memperhatikan uraian di atas, dirasa sangat mendesak adanya suatu metode yang sempurna untuk menangkis serangan ghazwul fikr dimana dengan adanya metode ini perlawanan umat Islam terhadap gencarnya serangan kaum kuffar diberbagai bidang diharapkan lebh terarah dan sistematis. Tanpa adanya suatu metode yang kamilah (sempurna), da’wah akan menjadi sesuatu yang sia sia, tak berfaedah, menguras tenaga namun tiada hasil yang didapat. Secara komprehensif metode ini diformulasikan kedalam kurikulum pendidikan yang mengacu pada penelaahan agama. Maka metode yang di dapat diharapkan bisa menjadi acuan yang tepat.
 Di sinilah metode yang dimaksud adalah merupakan hasil dari suatu pola pemikiran yang berlandaskan ilmu kekinian dengan ilmu-ilmu agama dengan kata lain metode yang efisien bagi pokok-pkok pendidikan adalah harus adanya persenyawaan antara hasil eksperimen manusia dengan ajaran-ajaran syariat untuk menempa jiwa umat Islam .5
 Bila menilik tujuan pendidikan adalah bertujuan menjadikan manusia Insan kamil (manusia yang sempurna) dengan kata lain manusia ini mempunyai kualifikasi yang serasi dan seimbang, antara kondisi jasmani dan rohani, serta serasi dalam segala aspeknya.6 Bisa diambil kesimpulan bahwa kehidupan kemanusiaan harus selalu dapat mengambil manfaat dari dunia tanpa meninggalkan kehidupan akhiratnya kelak.
Sebagaimana firman Allah SWT :
وَابْتَغِ فِيْمَآ اَتَكَ اللَّهُ الدَّارَاْلاَخِرَةَ وَلاَتَنْسَ نَصِيْبَكِ مِنَ الدُّ نْيَا ..........
Artinya :
“Dan tuntutlah tempat tinggal diakhirat dengan kekayaan yang telah dianugerahkan Allah kepada engkau; dan janganlah engkau lupakan bagian (nasib) engkau di dunia ini;....” (QS. Al Qashas 77)
 Urgensi pendidikan terutama Pendidikan Agama Islam adalah membentengi generasi penerus dari inflitrasi kebudayaan yang bertentangan dengan aqidah dan syari’ah Islam maka dengan adanya metode yang berpedoman pada agama dengan menyeimbangkan terhadap kebutuhan kehidupan modern akan menjadikan generasi penerus yang bermanfaat bagi bangsa, agama dan mensyi’arkan kesempurnaan agama Islam.

C. Metode Pendidikan Agama Islam untuk Mencegah Dekadensi Moral
Kebanggaan akan kuantitas seringkali membuat terlena umat Islam. Tak menyadari akan datangnya bahaya. Padahal sunnatullah berjalan tanpa memperhatikan beriman atau kafirnya suatu umat. Hukum kausalitas berjalan tetap sejak adanya dunia ini hingga datangnya kiamat nanti. Dari kelalaian inilah umat Islam sekarang mengalami kehancuran setahap demi setahap. Betapa banyak fakta sejarah membuktikan umat yang minoritas mengalahkan umat yang mayoritas.
Tentu mereka bisa melakukan hal itu bukan semudah membalik telapak tangan. Mereka punya taktik yang jitu, punya siasat yang ampuh dengan perhitungan yang mendalam sehingga mereka bisa memetik kemenangan yang gemilang.
Di sinilah bisa diambil ibrah, kesempurnaan metode sangat mempengaruhi keberhasilan perjuangan. Sejajar dengan masalah tersebut dalam hal pendidikanpun, dalam rangka menyiapkan generasi rabbani yang terbebas dari akhlak yang rendah mutlak harus dimulai dari Pendidikan Agama Islam. Sistem pengajaran atau pendidikan yang mengerti kebutuhan jaman sekarang secara intensif dilaksanakan, akan menghasilkan generasi yang diidam-idamkan.
Mengenai betapa pentingnya pencegahan kemerosotan akhlak di intensifkan melalui pendidikan, karena sangat gamblang dilihat bahwa kerusakan moral generasi Islam khususnya para pemuda saat ini disebabkan sekularisasi ilmu yang memisahkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Yang memunculkan ilmuwan-ilmuwan muslim yang kehilangan roh pada ilmunya karena minimnya pemahaman agama, serta menghadirkan ulama-ulama Islam yang kerdil bahkan memusuhi pertumbuhan teknologi dikarenakan kebodohannya pada masalah ilmu-ilmu eksakta.
Peran penting Pendidikan Agama Islam harus bisa memadukan terpisahnya ilmu agama dan ilmu-ilmu yang dianggap non agama dan bisa mengembalikan kejayaan umat Islam pada generasi awal pertumbuhan Islam dengan mensejajarkan semua ilmu pengetahuan dan teknologi.7



BAB III
PEMBAHASAN MASALAH





A. Sebab Akibat Merosotnya Akhlak Generasi Muda Saat Ini
Dari pandangan-pandangan yang telah dipaparkan dengan gamblang di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pangkal segala dekadensi moral dekade terakhir ini adalah ghazwul fikr yang membawa beberapa hal serta berdampak seperti di bawah ini :
a. Sekularisasi ilmu yang mengakibatkan munculnya dikotomi ilmu agama dan ilmu non agama.
b. Pengaburan makna agama sehingga mengakibatkan turunnya minat generasi muda untuk mempelajari agama.
c. Gerakan feminisme yang menuntut genderisasi yang mengakibatkan rumah kehilangan ratunya.
d. Pendidikan Seks yang kebablasan sehingga mengakibatkan paham free sex
e. Penggunaan narkoba yang semakin memprihatinkan.

Untuk lebih jelasnya sebab akibat merosotnya akhlak generasi muda, dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Sekularisasi Ilmu
Gerakan Renaissance akibat kekecewaan umat Kristiani terhadap dogma-dogma agama yang mengekang dan mengebiri perkembangan ilmu pengetahuan telah mengakibatkan gerakan revolusi.
Gerakan ini memang menghasilkan suatu revolusi industri yang sangat pesat tapi efek samping yang tak bisa dihindari adalah pemisahan urusan agama dan urusan dunia. Urusan agama dianggap sebatas kegiatan yang berlangsung di Masjid, Gereja ataupun Vihara. Sedangkan bila sudah berrurusan dengan dunia Tuhan tidak boleh dibawa-bawa. Inilah langkah sekularisasi yang semakin hari semakin nyata. Para agamawan terbelalak, tak ketinggalan juga para pioner teknologi itu sendiri. Mereka bukan tak tahu akibat buruk yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi. Sayangnya egoisme mereka lebih menonjol dibandingkan kepeduliannya. Akhirnya agama telah terbuang jauh ke selokan, tak pernah menjadi acuan peradaban. Agama sebatas ritual turun-temurun dan cuma dijadikan sebuah kepantasan.1
Kemajuan teknologi telah merubah kehidupan manusia dari kehidupan manual menuju kehidupan yang serba otomatis. Begitupun dalam kehidupan agama, kemajuan teknologi telah memudahkan tiap laku muamalah maupun ibadah.
Sebagai contoh, bila dulu untuk mengerjakan ibadah haji saja membutuhkan berbulan-bulan untuk sampai, tapi kini tujuan ke Mekkah saja dalam hitungan jam. Sayangnya manfaat kemajuan teknologi telah tertinggal jauh dari kejelekannya. Benar memang muamalah dan ibadah lebih mudah tapi dalam mengerjakan kemaksiatan juga semakin gampang.

2. Pengaburan Makna Agama

 Akibat serius yang ditimbulkan sekularisasi adalah semakin menurunnya minat generasi muda untuk mendalami agama. Agama dianggap penghambat kemajuan, membonsai pemikiran. Akhirnya mereka berlomba-lomba meraih semua ilmu eksakta dengan keyakinan bahwa hanya dengan ilmu itu mereka bisa hidup. Dunia tidak akan mencapai peradaban yang tinggi bila manusia masih menjadikan agama sebagai anutan dan acuan.
 Paham materialisme, hedonisme, empirisme semakin laris dengan banyak peminat, bahkan isme-isme yang meniadakan keberadaan Tuhan dijadikan ilmu yang layak ditempatkan diruang kaca. Lucunya mereka tak meyakini adanya Tuhan, tapi memunculkan “tuhan” baru dengan keyakinan mereka itu.
 Yang tak mereka sadari dan tak mereka akui bahwa bagaimanapun agama adalah pegangan hidup. Bagaimanapun agama adalah pegangan hidup. Tanpa agama dunia akan semakin cepat menuju kemusnahannya. Dengan menggunakan logika saja mudah ditebak, dengan jutaan pemeluk agama saja kerusakan bumi tidak dapat dielakkan apalagi dunia tanpa agama.
 Kurangnya minat generasi muda untuk mendalami agama, memang akibat langsung dari kaburnya pengertian hakikat agama. Sebagaimana kata Karl Marx : Agama adalah Candu masyarakat. Begitupun pemahaman generasi muda sekarang menganggap agama sudah layak dibuang, tanpa beragama, yang penting berbuat baik, sudah cukup.2
 Padahal definisi kebaikan bila menurutkan akal manusia tak akan mencapai kebenaran hakiki, sebab begitu banyak bukti apa yang dianggap manusia baik, justru berakibat buruk di kemudian hari.
Firman Allah :
....فَاِ نْ كَرِهْتُمُوْ هُنَّ فَعَسَى اَنْ تَكْرَهُوْا شَئًْا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

Artinya :
“..........Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebajikan yang banyak” (QS. An Nisa’ 19)
3. Gerakan Feminisme

 Gerakan kaum feminis yang menuntut persamaan antara pria dan wanita dalam segala bidang semakin hari semakin marak. Mereka berdalih bahwa sesungguhnya potensi yang dimiliki wanita adalah setara dengan pria. Maka bila wanita diberi kesempatan yang sama maka bukan sesuatu yang mustahil peradaban dunia suatu saat dikuasai wanita.
 Sesungguhnya kalau mereka mau berpikir lebih mendalam tanpa memperturutkan hawa nafsu, apa yang selama ini mereka tuntut adalah sesuatu yang justru merugikan eksistensi wanita itu sendiri. Sebagai contoh mereka ingin persamaan dalam pekerjaan. Sebetulnya wajar saja tuntutan itu tapi yang tak mereka bayangkan betapa tersiksanya bila seorang wanita dipekerjakan di pengilangan minyak ataupun sebagai pekerja bangunan.
 Mencermati paham dan tuntutan yang digembor-gemborkan oleh para aktivis gerakan feminisme, tampak jelas bahwa mereka menganggap pria adalah musuhnya atau paling kurang adalah saingannya. Dalam keluargapun mereka tidak mau lagi urusan rumah tangga hanya di tangan pria. Mereka harus turut andil dalam setiap keputusan yang krusial.3
 Akibatnya tentu mudah ditebak, sendi-sendi kehidupan yang baik dan sudah mapan runtuh diterjang badai feminisme. Kini sulit ditemui keluarga yang ideal dinegara-negara yang menjunjung tinggi paham persamaan pria dan wanita. Karena keluarga telah kehilangan penopang utamanya. Mengakibatkan mental generasi penerus rusak, tak tahu arah. Kehilangan kendali sehingga mereka bersikap masa bodoh terhadap dirinya sendiri.
 Ironis memang karena keluarga yang semestinya menjadi sekolah atau pendidikan pertama bagi manusia kini kehilangan gurunya hanya karena ingin persamaan hak antara wanita dan pria.

4. Kebebasan Seks

 Ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis merupakan salah satu karunia Allah SWT kepada manusia yang berfungsi menjaga kesinambungan keberadaannya. Ia ibarat api yang akan bermanfaat manakala terkendali dan menyala pada tempatnya.
 Namun kini gejolak seksual manusia telah menyala tanpa kendali ia tidak lagi bagaikan api dalam sekam tetapi berkobar disegala tempat, ditelevisi, suratkabar, majalah dan novel-novel. Membakar segala yang semestinya bukan menjadi bahan bakarnya. Sehingga menyebabkan hancurnya moral dan rusaknya tatanan sosial masyarakat. Karena berbagai serangan informasi seks yang tidak pada tempatnya kalangan ilmuwan menyimpulkan, bahwa pendidikan seks harus menjadi kurikulum sekolah. Disekolah-sekolah barat pendidikan seks telah dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran. Ternyata bukan hasil menggembirakan yang didapat tetapi malah mempercepat dekadensi moral generasi muda saat ini.4
 Kesalahan terbesar pendidikan seks yang ada sekarang adalah mereka tidak menekankan bahaya seks pra nikah dan dosanya, tetapi mereka menganjurkan dan mengajari bagaimana melakukan seks yang aman. Akibatnya kebejatan moral para pemuda semakin menjadi-jadi tak takut akan dosa karena memang agama telah hilang dari ingatan mereka.

5. Maraknya Penggunaan Narkoba

 Penggunaan Narkoba dalam berbagai bentuk dan jenisnya yang semakin marak bisa dijadikan indikator merosotnya akhlak para pemuda sekarang. Berita-berita yang berasal dari media cetak maupun media elektronik, semakin hari semakin membuat miris hati orang tua, terutama para pendidik ataupun kalangan akademisi.
 Padahal ditiap kesempatan para pemuda terutama para pelajar selalu diberi wawasan tentang bahayanya Narkoba. Namun penggunaan bukannya berkurang justru menunjukkan grafik peningkatan.
 Berbagai cara telah diupayakan untuk mencegah ataupun mengobati penyakit yang menggerogoti mental pemuda ini dengan penyuluhan-penyuluhan, penyebaran-penyebaran pamflet serta selebaran-selebaran yang memberitahukan bahayanya Narkoba. Justru disinilah letak kesalahannya, para aktivis sibuk berkampanye tapi sedikit sekali yang membuat langkah konkret dengan memberi contoh yang baik. Berkoar-koar dengan mulut tapi tak dibarengi dengan gerakan tubuh.

B. Pendidikan Islam dalam Upaya Preventif dan Kuratif Dekadensi Moral

Memperhatikan kerusakan pemuda saat ini tidak hanya bidang jasmani saja tapi juga menyangkut mental maupun spiritual. Maka metode pencegahan (preventif) tidak bisa hanya dari satu sudut segi saja yang dirasakan sangat mendesak. Tetapi keseluruhan metode harus dikerahkan untuk membentengi jasmani dan mental yang sekiranya menjadi sasaran pengrusakan kaum kuffar.
Begitupun metode pengobatan (kuratif) yang akan diterapkan, karena kerusakan sudah sangat komplek dan akut, maka metode yang digunakan juga harus menyangkut tiap segi kehidupan manusia, agar upaya yang dilakukan tidak menjadi sesuatu yang sia sia.
Dalam makalah ini tidak menerangkan metode-metode yang telah dikembangakn oleh berbagai pakar pendidikan modern, karena tema makalah ini adalah menyangkut pendidikan Islam maka penulis hanya menjadikan pendidikan ala Rasulullah SAW sebagai acuan.
Sebagaimana yang telah disinggung di muka yang ditekankan Rasulullah SAW adalah asas keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Bila menilik sejarah da’wah Rasulullah SAW yang begitu sempurna dengan hasil yang begitu gemilang bisa ditarik kesimpulan bahwa pendidikan Rasulullah SAW yang bisa diterapkan saat ini dalam upaya preventif maupun kuratif adalah meliputi :

1. Pendidikan Jasmani;
2. Pendidikan Akhlak (Moral);
3. Pendidikan Akal (Rasio);
4. Pendidikan Kejiwaan;
5. Pendidikan Kemasyarakatan.5
Secara singkat metode-metode diatas bisa diuraikan sebagai berikut :
1. Pendidikan Jasmani

Langkah pertama untuk mencapai tujuan pendidikan yang sempurna agar terbentuk manusia yang utuh disetiap aspek, baik akal, jasmani, rohani dan keserasiannya dengan kehidupan kemasyarakatan diperlukan syarat mutlak yakni kesehatan badan, tanpa ditunjang kesehatan badan tidak mungkin pembentukan pribadi dapat terwujud secara sempurna. Kesehatan mutlak diperlukan karena pada jasmani sehat sajalah terdapat akal pikiran dan jiwa yang sehat pula. Sebagaimana Nabi pernah bersabda bahwa orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah, daripada orang mukmin yang lemah.
 Dalam pendidikan Islam, tuntunan yang baik untuk melindungi kesehatan adalah dengan penjagaan kesehatan. Metode ini memang sangat efektif untuk mencegah terjadinya dekadensi moral. Maka dari itu Islam melarang perzinaan juga larangan Islam terhadap minuman keras tidak lain hanyalah untuk menjaga kesehatan badan.
 Bagaimanapun kesehatan jasmani adalah tempat yang utama untuk mempengaruhi kesehatan jiwa dan kejernihan pikiran. Maka metode pendidikan yang baik haruslah memperhatikan aspek ini. Karena mustahil tujuan pendidikan yang mulia akan tercapai bila aspek jasmani diabaikan.

2. Pendidikan Akhlak

Tentu saja untuk menanggulangi maupun mencegah keruntuhan suatu umat yang harus diutamakan adalah pembinaan akhlak (moral).
 Dalam Islam akhlak merupakan fondasi yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang utuh. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya pribadi berakhlak merupakan hal pertama yang harus dilakukan sebab akan mempengaruhi kehidupan manusia selanjutnya.
 Pendidikan akhlak adalah missi yang utama. Karena Nabi adalah teladan yang utama, maka segala tindak tanduk serta tingkah lakunya harus dijadikan contoh dalam perilaku sehari-hari.
 Pendidikan akhlak harus lebih diintensifkan dalam setiap bentuk pengajaran, tidak hanya teori yang muluk-muluk karena contoh yang konkret lebih diperlukan. Akhlak yang baik bila dijabarkan bisa bermacam-macam. Sedikit diantaranya adalah :
- Kasih sayang
- Tawadhu’
- Menguasai hawa nafsu
- Mengendalikan diri dari sifat egois
- Lemah lembut
Dari contoh sedikit akhlak yang baik di atas bisa dibayangkan betapa dunia akan tentram bila benar-benar diterapkan. Kasih sayang misalnya, bila rasa kasih sayang ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak didik baik disekolah maupun ditempat-tempat lain tentu mereka bila kelak menjadi orang dewasa akan memiliki rasa kasih terhadap sesamanya.

3. Pendidikan Rasio (Akal)

Pembentukan insan kamil tidak hanya menyangkut aspek jasmani saja tapi aspek batiniah juga harus diperhatikan. Pendidikan jasmani dan akhlak telah dibahas, untuk kelengkapan pembentukan manusia yang utuh berkepribadian sempurna adalah diterapkannya metode pendidikan akal.
Kalau metode pendidikan modern masa kini pengajaran hanya menitik beratkan pada aspek lahiriah saja, disinilah keunggulan pendidikan Islam. Setiap aspek kebutuhan manusia diseimbangkan, saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Islam tidak membeda-bedakan ilmu agama atau ilmu non agama. Tidak ada istilah anak emas ataupun anak tiri untuk suatu bidang ilmu tertentu. Semua diperlakukan sama.
Kalau pendidikan hanya mementingkan aspek lahiriah saja, maka apa yang ditampilkan oleh peradaban modern saat ini bisa dilihat. Betapa teknologi telah memporak-porandakan keutuhan pribadi manusia. Semua dengan dalih kebebasan. Untuk ilmu, kebebasan adalah segalanya. Tapi karena kebebasan telah lepas dari nilai-nilai agama maka kemajuan yang dicapai tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan.
Untuk itulah dalam pendidikan Islam keseimbangan antara agama dan eksakta sangat diperhatikan. Maka langkah yang ditempuh adalah penguatan pendidikan akhlak, setelah itu baru pendidikan rasio (akal) agar kebebasan mengembangkan ilmu disertai tanggung jawab. Disini yang dimaksud tanggung jawab adalah siap dengan segala resiko yang ditimbulkan oleh ilmu tersebut baik maupun buruk.

4. Pendidikan Kejiwaan

 Kematangan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaannya. Kondisi kejiwaan yang stabil, tidak mudah terpancing oleh emosi dan amarahnya. Merupakan faktor utama yang sangat menunjang. Pribadi yang matang secara lahir dan batinnya tentu akan bijak dalam bersikap dan bertindak.
 Orang yang dapat mengendalikan dirinya serta tenang dalam melaksanakan tindakan, menandakan bahwa dia memiliki kepribadian yang kokoh. Emosinya terjaga dengan baik sehingga jalan pemikirannya juga runtut, sebaliknya seseorang yang suka mengumbar amarahnya tentu saja pemikirannyapun tidak runtut sehingga dalam melakukan tindakan tidak dapat dipertanggung jawabkan.
 Bila dikaitkan dengan kondisi kerusakan moral dewasa ini, sungguh tepat bila pendidikan kejiwaan lebih diintensifkan dengan memberi tauladan dan pengajaran yang baik. Karena bagaimanapun bila kondisi emosi seseorang itu labil maka akan sangat mempengaruhi setiap langkah yang vital dalam kehidupannya. Dia akan sangat mudah terjerumus pada perbuatan-perbuatan senang sesaat yang berakibat fatal dikemudian hari.
 Maka pengajaran pada kurikulum disekolah-sekolah sekarang ini aspek kejiwaan dirasakan sangat perlu diintensifkan dengan suatu pola baru yang tidak membosankan sehingga tujuan membentuk pribadi yang utuh bisa dilaksanakan dan tujuan pendidikan secara keseluruhan bisa tercapai dengan sukses.

5. Pendidikan Kemasyarakatan

 Setelah pendidikan jasmani, rohani telah diterapkan, maka pendidikan yang penting dan mutlak tidak boleh dilupakan adalah pendidikan kemasyarakatan. Pendidikan ini dimaksudkan agar pelajar tidak menjadi kaum elit bagi masyarakatnya sendiri, kurang akrab dengan lingkungan masyarakat, tidak mengenal masalah lain diluar keahliannya sehingga kurang peka terhadap problem yang dihadapi dan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
 Langkah pertama untuk membentuk kepribadian manusia yang utuh dalam pendidikan kemasyarakatan adalah menekankan pada pembinaan etika pada keluarga, kemudian etika bertetangga baru ketingkat yang lebih tinggi yaitu etika dalam masyarakat.
 Diharapkan dengan pendidikan ini, generasi yang dihasilkan nanti adalah generasi yang sempurna (insan kamil) generasi yang bertanggung jawab terhadap dirinya tanpa melupakan sesamanya. Karena bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang takkan bisa hidup tanpa bantuan dan uluran tangan sesamanya.




BAB IV
PENUTUP




A. Kesimpulan

 Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan beberapa pokok permasalahan sebagai berikut :
1. Bahwa dekadensi moral yang melanda generasi muda saat ini, pangkalnya adalah tidak mengertinya mereka akan bahaya dan akibat dari perbuatan mereka. Hal ini disebabkan nilai-nilai agama semakin jauh ditinggalkan akibat langsung dari ghazwul fikr yang digencarkan oleh kaum kuffar yang memang bertujuan untuk merusak mental mereka. Karena kejahilan mereka inilah maka generasi Islam banyak yang tidak sadar bahwa mereka termasuk penopang dan penyokong kegiatan kaum kuffar tersebut. Mudah ditebak dekadensi moral semakin meluncur kebawah dengan lancar dan kehancuran peradaban dunia tinggal menunggu waktu.
2. Metode-metode yang cocok untuk mencegah maupun mengobati dekadensi moral ini adalah kembali kepada metode pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan tauladan yang baik dan tidak ada bandingannya yang secara berurutan metode-metode itu adalah :
a. Pendidikan Jasmani;
b. Pendidikan Akhlak (Moral);
c. Pendidikan Akal (Rasio);
d. Pendidikan Kejiwaan;
e. Pendidikan Kemasyarakatan.
Dengan mengikuti metode tersebut tujuan pendidikan untuk membentuk manusia yang utuh sebagai pengemban amanat Allah di dunia ini bisa dicapai dengan hasil yang gemilang.
B. Saran
 Mengingat keterbatasan tempat maupun waktu maka makalah ini hanya sebagai wacana yang belum memberikan solusi yang lebih praktis dan konkret. Tindak lanjut dari metode yang dipaparkan penulis di atas sangat diharapkan. Agar pengejawantahan teori dan praktik bisa terealisasi dengan baik. Untuk itu pemikiran para pakar pendidikan sangat diharapkan agar dekadensi moral yang semakin akut bisa teratasi minimal bisa berkurang.
 Karena serangan ghazwul fikr, maka sangat diharapkan agar teori-teori praktis yang dihasilkan nanti bisa mengembalikan kejayaan Islam pada generasi awwal dahulu yang berprinsip meraih kejayaan dan kebesaran di dunia tanpa melupakan kehidupan kelak diakhirat. Dan itu bukanlah suatu kemustahilan !


















DAFTAR PUSTAKA


Al Mujdzub, Muhammad. Tanpa Tahun. Cara Belajar dan Mengajar dalam Islam.
Diterjemahkan oleh H. Mahrus Ali. 1993. Surabaya: Sarana Ilmiah Press.

As Sayyid, Mahmud Ahmad.Tanpa Tahun. Mu’jizat dalam Regenerasi Ummat.
Diterjemahkan oleh S.A. Zemool. 1990. Solo: Pustaka Mantiq.

Rahim, Husni (Ed.).2001. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Ciputat: Logos.

Rifa’i, Moh. dan Abdulghoni, Rosihin. 1991. Al Qur’an dan Terjemahnya. Semarang:
Wicaksana.

Suryana, A. Toto (Ed.).1997. Pendidikan Agama Islam. Bandung: Tiga Mutiara.

Yakan, Fathi. 1981. Beberapa Permasalahan Da’wah dan Penda’wah. Malaysia:
Polygraphic Press.

SURAT CINTA INDAH

Lakardowo, 03 Nopember 2003


Kepada
Sang Penakluk
Batu Karang
Di –
 Peraduan

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكاَتُةُ
Duhai...dimana titik dan koma akan kuletakkan? Untuk megungkapkan betapa engkau telah meluluh lantakkan keyakinan yang telah berdiri teguh selama 23 tahun.
 Engkau hancur leburkan, berkeping-keping jadinya dengan kesombongan, kau merendahkan aku menjadi alas kaki, berguna! Tapi tiada punya harga diri.
 Duhai…dimanakah kumulai keluh kesah ini? mengungkapkan segala isi hati, meratapi diri, tiada peduli engkau lukai perasaan yang selama ini menebal hilang rasa, berdarah tak berperi kau tertawa menyeringai, mencibir dengan benci. Tak sadarkah engkau akulah salah satu penyumbang bentuk diri.
 Wahai… kemanakah akan berakhir? pengembaraanmu memuaskan gejolak darah muda dengan mengorbankan kesantunan kepada sang Kholiq tiada acuh terabaikan kau buang keselokan tiada peduli sangkaan orang. Tak perbaiki diri malah semakin menjadi-jadi merusak citra diri.
 Aduh…dengan apakah akan kubangun? keping-keping karang yang telah menjadi kerikil tajam menusuk aqli! Tak berkesudahan engkaupun lari dikala ku mencoba membuat bening apa yang telah ku keruhkan. Padahal engkau ingin mencuci hati dari kotoran yang selama ini kusebarkan.
 Lalu bila engkau selalu menghindar dari apa yang telah merundungmu. Kapankah semua bisa terselesaikan bila kita tak pernah bertemu untuk mencari jalan keluar. Marilah kini kita coba untuk membahas semua masalah. Bagaimanapun awalnya memang semua dari aku, tapi kinipun masalah telah menjadi masalah kita bersama bahkan telah menjadi masalah orang tuamu dan orang tuaku.

وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكاَتُةُ

(karang yang roboh)

ULANG TAHUN

Ulang Tahun
Beginilah ! keadaanku yang bertambah umur satu tahun sehingga pada hari ini Tgl. 11 Maret 2004 umurku genap ¼ abad di dunia. dengan bertambah umur ini aku semakin sadar bahwa apa yang aku lakukan selama ini adalah kesia-siaan belaka dan hanya menambah tumpukan dosa. Mungkin tidak berlebihan bila aku boleh mengatakan bahwa dosa yang telah kukumpulkan setinggi gunung Himalaya.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya rasa penyesalan dan malu telah musnah dari hatiku. Sehingga begitu bangga dan gembiranya aku setiap kali melakukan dosa. Neraka dalam pikiranku hanya berupa dongeng hayalan yang tak mungkin aku alami nanti. Dan memang itulah kenyataannya aku tak pernah merasa takut untuk selalu mengulangi perbuatan yang mengundang dosa.
Bila memang aku menyadari semuanya mengapakah aku selalu mengulanginya. Aku rasa kekesalanku kepada Tuhanlah yang menyebabkan semua ini. Lucu? Pasti Sama Tuhan koq kesal. Tapi itulah kenyataannya. Tiap kali aku punya kesempatan serta keinginan terlaksanalah dosa itu. Kenikmatan sesaat aku sadari tapi entahlah rasanya yang sesaat itu lebih menggoda hatiku daripada kesenangan abadi nanti di akhirat.
Lalu rencana apakah yang harus aku susun ? Nah inilah pangkal dari semua kekesalanku pada Tuhan. Aku merasa setiap apa yang aku inginkan tidak semuanya bisa tercapai dengan sukses. Semuanya selalu diiringi dengan berbagai peritiwa yang menyebabkan gagal minimal tecapai ¼ nya. Kekesalanku semakin menjadi-jadi mengingat rencanaku untuk kawin dalam usia ini tidak juga terlaksana. Seakan-akan Tuhan tidak menginginkanku untuk memperoleh pendamping. Yang menurut pandanganku bisa meminimalkan dosa yang aku lakukan.
Gila ! Mungkin itulah kata yang paling tepat untuk diriku ini. Tidak sekalipun aku memikirkan bahwa segala kegagalan yang aku alami tidak lain atas ulahku sendiri. Bila Tuhan tidak mengabulkan do’aku selama ini, memanglah aku yang berperan padanya. Sehingga apa yang aku inginkan tak pernah tercapai.
Seandainya aku mau berubah tentulah mudah semuanya. Tapi dasar memang aku kepala batu sudah tahu kesalahan bukannya instropeksi malah semakin menjadi-jadi.
Entahlah gerangan apa yang bisa merubah diriku ini !

UNEG-UNEG

Jum’at – 10 – 01 – 1997

 Hari ini merupakan pertama kali pelaksanaan puasa bulan ramadhan seperti tahun – tahun kemarin kulihat fenomena ini selalu terulang dan sepertinya sudah menjadi wajib
 Yang kumaksudkan adalah berbondong – bondongnya orang melakukan sholat tarawih.Wajar memang itu hari pertama dan aku yakin Kurang lebih 10 haripasti jumlah itu berkurang dengan sendirinya.Entahlah mengapa kejadian itu selala terulang.Padahal aku yakin orang – orang pasti sudah mengetahui bahwa justru di akhir ramadhan – lah pengampunan dari segala dosa.Apamungkin kebosanan yang menimpa mereka.Kurasa memang niat awalnya memang sudah salah.Mereka bukanya mencari ridho Allah SWT Melain riya’ terhadab sesamanya dan tak kupungkiri terkadang aku juga begitu.Kapankah kebiasaan ( lagu wajib ) ini akan berubah Wallohua’lambishowwab
 Dan yang tak kalah pentingnya adalah targerainya rambut para wanita yang di biarkan muncul.Dan di tonton oleh laki – laki padahal Allah SWT telah penutub aurat.Bukankah ini termasuk dosa besar.Bagaimana mungkin mereka sholat tarawih yang sunah dapat pahala sedangkan mereka meninggalkan kewajiban padahal kita harus melaksanakan islam secara total ( Q.s Al – baqoroh 2: 208 )dan melaksanakan wajib menutup aurot (Qs. Allah Zab 33: 59 dan An - Nur 24: 31)

Surat Cinta Istri

28 Agustus 2009

 Dasar kau kurang ajar Arti, siapakah dirimu berani-beraninya kau menyakiti manusia yang berhati malaikat, apakah kau tak tau siapakah mas Haris sebenarnya, memang kau tak punya otak buat apa otak dan hatimu selama ini ketika kau melihat mas Haris, tak sadarkah dirimu dia sangat sempurna, memang secantik apakah dirimu? Sepintar apa dirimu sebaik apa dirimu? Sehingga kau begitu sombong sok jual mahal, jika aku bertemu denganmu, akan kucabik-cabik mukamu dengan kukuku yang tajam ini, aku tak rela orang yang aku cintai bukan hanya cinta tapi sangat-sangat kucintai dan kusayangi, kau berani melukai hatinya, sedangkan apa kau tak tahu, mas Haris itu pintar, sholeh, tanggung jawab, cerdas, kreatif, kamu GOBLOK Arti kamu Sombong, kamu Plin-Plan, kamu tak tahu kan sekarang albumnya mas Haris akan beredar sedangkan kamu dulu kan jadi penyanyinya walaupun aku tau suara kamu pasti nggak enak, tapi mas Haris sayang sama kamu, kamu dijadikan penyanyinya sedangkan aku saja tak sama sekali mendapatkan kesempatan, tapi aku akui memang aku tak pantas karena aku sadar suaraku tak bagus bukan itu saja mas sering malah memojokkanku gara-gara aku sama sekali tak bisa mencocokkan nada, dan kamu nggak tahu kan mas haris telah menciptakan majalah tak henti-hentinya pikirannya dia tumpahkan lewat untaian kata yang bisa membuat si pembaca bisa tertawa, sedih, bahkan kagum dll, kamu wanita yang tak tahu malu, mas haris sangat mencintaimu sangat mengalah denganmu, apa saja dia lakukan untukmu (tapi itu dulu), tapi apa balasanmu kau melukai hati orang yang aku sayang, sungguh TEGA kau arti, aku benar-benar nggak terima arti kau melukai hati orang yang aku sayangi kau Biadab, kau akan menyesal kelak tapi aku yakin kau sekarang sangat-sangat menyesali perbuatanmu yang hina,karena kau telah melukai hati orang yang berjiwa malaikat, tapi Allah memang punya kehendak lain kau memang tak pantas mendapatkan malaikat itu dia begitu sempurna.
Aku saja yang selama ini menemaninya hampir selama 2 tahun tak pernah mendengarkan ungkapannya seperti apa yang di katakan kepadamu dengan tulus yaitu, AKU CINTA KAMU SETULUS HATIKU, tapi aku tahu arti memang aku tak pantas mendapatkan cintanya, cukup hanya dengan kasihanya saja padaku, dengan kasihannya saja dia kepadaku dia telah memberikan lebih kepadaku cinta, kasih sayang dan apapun yang menyenangkanku, aku merasakan, dan aku sekarang berani menyebut diriku aku wanita Beruntung mendapatkan malaikat itu, dan asal kau tau arti aku tak seperti dirimu yang mau mencintai mas hanya dengan materil saja, dia berjanji padamu akan menyekolahkanmu akan memondokkanmu, aku akui aku iri, tapi jangan salah arti bukan itu tujuanku, aku hanya ingin di sampng mas,memiliki mas agar aku bisa dibimbingnya, dan aku bannga bisa bersamanya maksudku, dengan senyumnya, dengan humorisnya, dan kasih sayangnnya, tak lu arti Marah-Marahnya yang selalu aku kangen, dengan kemarahannya menyebabkan aku sadar atas kesalahannku kepadannya, diri ini sungguh tak berani arti melawannya atau menyakiti hatinya, tapi kamu dengan sombong dan angkuhnya dirimu berani meyakitinya. Oh...Tuhan beri masku kebahagian, dan di setiap masalahnya beri dia kemudahan dan apa yang dia inginkan mudah tercapai dalam waktu yang cepat, arti aku sangat-sangat benci denganmu, entah apa itu aku iri dengan kamu? Ah...itu tidak secara aku sekarang yang mendampingi mas Haris , kau tidak bukan? Kau pasti menyesal. Arti aku tahu apakah sekarang ini cintanya mas kepadamu? Aku yakin bukan. Masku tak punya rasa cinta kepada siapa-siapa untuk sekarang, kepadaku saja tak ada rasa cinta, kamu dulu tolol kamu mengabaikannya, apakah kau yang mematikan rasa cinta mas Haris gara-gara ulahmu, yamg tak tahu etika. Tapi aku bersyukur mas Haris tak menjadi milikmu di kini sudah menjadi suamiku, dan aku berjanji aku akan mendampinginya dengan sepenuh jiwa dan ragaku, dan rasa cinta dan sayangku tak kan ku bagi dengan lelaki manapun selain mas Haris.

 Mas maafkan aku telah berani membaca isi suratmu kepada arti, aku sebagai wanita ketika membaca suratmu hatiku luluh, mataku sembab, begitu halus hatimu menggoreskan kata-katamu melalui jari-jarimu di keyboard ini untuk orang yang kau cintai, tapi wanita itu tak tahu diri dan tak tahu malu. Maaf ya mas aku lancang, semoga saja benar apa yang kau katakan kepadaku selama ini kau sudah membencinya dan tak mencintainya lagi. Tapi aku mengharapkan saja kau tak membencinya tapi sudah melupakannnya? Jika membencinya bukankah di ingatanmu masih mengingatnya? Kalau bisa ya mas aku ingin rasa cinta itu kau berikan kepadaku, aku yang haus kasih sayang dan cinta, tapi terima kasih mas kau selama ini kau sudah memberikan lebih padaku. I LOVE YOU MY HUSBAN

NB: Sayang jika kau membacanya jangan kau menyindirku atau membuatku malu. Maaf ya aku hanya menggungkapkan isi hatiku saja. Ok Sayang

CATATAN:
ISTRIKU MENULIS INI SETELAH MEMBACA SURAT CINTAKU KEPADA ARTI

Surat Cinta

Buat
Adik Arti
Di Peraduan
 Assalamualaikum War. Wab.
Aku terima permintaan maafmu, walaupun kamu tidak minta maafpun, sejak dulu sudah kumaafkan. Dan aku ikhlas dengan segala perkataanmu serta perbuatanmu .
Sebetulnya aku sekarang bingung, apa benar sih apa yang kamu tulis dalam surat yang Kau titipkan pada Yuk Ripah ?
Begitu cepatnyakah hatimu berubah ?
Lalu apa benar – benar kamu tulus pada apa yang kau tulis ?
Kalau memang tulus lalu kenapa mesti ada tuntutan segala ?
Cinta yang tulus adalah menerima apa adanya dan selalu bersedia memberikan apapun tanpa pernah menuntut suatu pemberian.
Kalau memang apa yang kau tuntut benar-benar kelak kuturuti, apa yang kau berikan padaku sebagai tanda bahwa kau telah menjadi milikku ?
Siapkah kau menerima aku yang telah kau lihat sendiri, aku banyak kekurangan, banyak kelemahan, suka menuntut, suka marah apalagi ibuku yang kau tahu sendiri sangat cerewet. (Tapi alhamdulillah nyatanya aku jadi anak yang sebagaimana kau lihat dan bila mau membanding dengan pikiran jernih adakah anak Reco yang bisa sebaik aku. Sengaja aku sombongkan keadaanku. Toh kenyatannya memang begitu. Dan itu berkat kecerewetan IBUKU ). Tapi aku mau bertanya sebetulnya bila kau cinta aku apa sih kelebihanku yang bisa dibanggakan. Kalau masalah fisik jelas aku ini memalukan. Masalah akal, aku ini sangat bodoh, kalau masalah emosi aku sangat pemarah, apalagi masalah harta tak ada yang bisa dibanggakan selain apa yang kupunya sekarang. Ketahuilah bila harta yang kau inginkan dariku jelas kekecewaan yang akan kau dapatkan. Siapkah kau untuk itu ?
Kalau kau memang menerima cintaku, lalu kebebasan apakah yang kau tuntut dariku,? selama ini kamu khan sudah sangat bebas ? Nah kalau kita saling mengikat hati dalam suatu perasaan yang namanya CINTA, tanpa suatu beban, dan kau masih ingin bebas apakah itu bukan berarti kau tak cinta padaku. Karena kalau cinta sejati, itu berarti kau akan selalu terikat denganku.
Aku tak mau menjadi pelampiasan hati karena kau tidak menemukan atau mendapatkan cinta yang kau dambakan. Sejak dahulu aku tahu bahwa apa yang kamu katakan kepada setiap orang bahwa kau telah punya pacar sendiri sehingga tak mau denganku adalah omong kosong belaka. Karena aku telah dibilangi dari anaknya sendiri dan jawabannya sudah seperti yang aku duga. Kau terlalu berharap padanya.Nyatanya dia tidak menanggapi kamu.
Kalau engkaupun minta bukti dengan ketulusan cintaku, masih kurangkah dengan apa yang kulakukan dan kukatakan kepada orang tuamu serta beberapa orang yang dekat padamu ? ;
1. Kau tahu khan niatku untuk menyekolahkanmu bila mau denganku ? itu bukan main-main tapi suatu janji, dan kaupun akan ku pondokkan, itu bukan guyonan, karena aku ingin kau nantinya jadi anak yang pintar dan mengerti mendalam tentang agama. Kalau aku tidak sungguh –sungguh cinta kepadamu memangnya kenapa aku harus mesti berbuat seperti itu. Dengan begini jelaskan bahwa aku tidak membelenggu kebebasanmu, dan itu berarti aku juga nggak terlalu bernafsu untuk cepat menikah. Sebab aku tahu usiamu. Setelah kau baca surat ini cobalah membantah apa yang dikatakan orang-orang bahwa aku ini akan membuat sekolahmu putus ditengah jalan.
2. Kau tahu khan bahwa aku telah mengatakan bahwa bila memang kau cinta akupun akan cinta dengan setulus hati dan bila kau tak mau aku juga nggak mau memaksa. Sebab aku tahu cinta itu sangat agung dan tidak dipaksakan. Dulu kau nggak mau tapi sekarang kau menerima cintaku, wajar khan kalau aku ragu dan berprasangka buruk padamu. Benarkah semua ini ? Sebab aku takut dengan perubahan hatimu dengan begitu cepat, nanti suatu saat hatimu juga sangat cepat untuk berubah untuk tidak mencintaiku. Jangan–jangan kau membuat surat kemarin atas paksaan dari orang tuamu, Ketahuilah aku sangat tidak suka dengan pemaksaan seperti itu. Sebab aku tahu kau punya kehendak sendiri dan ingin menurutkan hatimu, maka turutilah kemauanmu itu. Bila kau benar-benar cinta padaku maka marilah kita jalani bersama dalam berbagai godaan yang menghalangi, tapi bila kalau kau cuma basa-basi dengan perkataan cinta mumpung belum terlalu dalam lukaku, lebih baik kau putuskan sekarang agar tak terlalu sakit hatiku.
3. Kau tahu khan selama ini bagaimana sikapku padamu, aku selalu mengalah, seakan-akan aku ini adikmu, dan tak pernah marah padamu dengan segala sikapmu (ingat khan waktu kau marahi aku karena mengganggu latihan menari, waktu beri uang untuk honor mengajar mengaji, waktu pergi ke penataran, waktu kutawari mengetik piagam dll) semuanya kumaklumi itu memang ungkapan hatimu yang benci kepadaku. Lalu sekarang setelah aku dengan hati ikhlas berjanji untuk tidak mengganggumu dengan rasa cintaku karena kau mengatakan menolak cintaku, tapi belum sebulan berlalu tiba-tiba kau terima cintaku. Bisakah hati ini yakin ? Jangan-jangan ini kau ungkapkan dengan emosi saja karena sedang marah atau kecewa dengan anak yang kau harap-harap.
Jangan kau anggap semua yang ku katakan di atas adalah karena aku Jual Mahal. Tapi ingatlah aku ini ingin berjaga-jaga agar tidak terlalu kecewa.
Kau minta maaf ? Aku maafkan, Kesalahanmu bagiku terlalu kecil dibandingkan kesalahanku kepada Tuhan. Nyatanya Alloh berjanji akan mengampuni dosa sebesar apapun. Kalau aku tidak memaafkanmu betapa berdosanya aku !
Kau Minta tanda kasih dariku ? Kuturuti ! tapi aku ingin tahu dulu ketulusan hatimu dan harus kau buktikan dengan perubahan sikapmu. Kuharap kau mau datang kerumahku. Kamu siap khan bila kusuruh latihan setiap hari ? Dan bila benar tulus cintamu Insya Alloh setelah syuting video aku akan memberikan itu. Soalnya uangku sekarang kugunakan untuk keperluan syuting itu.
Kau ingin semua orang tidak tahu ? Sebagaimana yang aku katakan dahulu, sebetulnya kita sama – sama berperan menyebarkan apa yang terjadi pada kita. Rasanya tidak mungkin aku dan kamu merahasiakan apa yang kita alami, jadi untuk hal ini aku kira tak akan terpenuhi, Aku yakin kau sekarang bersedia denganku pasti kau telah ngomong dengan temanmu atau orang lain, begitupun aku takkan bisa menjaga rahasia ini, apalagi dengan orang tuaku. Sebaiknya terima sajalah akibat yang telah kita lakukan. Semua pasti ada hikmahnya.
Kau ingin kebebasan dariku walau kau cinta padaku ? kalau kau ingin seperti itu menurutku lebih baik Kita nggak usah jadian saja ya ? Bagaimana mungkin saling menyinta tanpa ikatan. Tentu lebih baik kau nggak cinta dan akupun tak usah cinta. Coba fikirkan ! relakah bila suatu saat nanti aku membonceng cewek yang cantik ? atau mempunyai pacar lagi ? Kalau kau benar-benar cinta pasti kamu mangkel khan ?
Begitupun aku bila tahu kamu berboncengan kesana kemari dengan cowok lain.Tentu aku cemburu. Kamu minta bebas khan ? itu berarti kamu bebas untuk tidak mencintaiku dan bebas untuk mencari pacar yang lain. Kalau kebebasan itu yang kamu minta apa gunanya saling menyinta.
Asal tahu saja walaupun kau banyak mengecewakanku aku tetap menganggapmu sebagaimana aku menganggap Sunariyah, Shol atau Lilis. Sebagai murid dan teman. Mau ikut sholawat silahkan tak kan ku larang, tidak ikut ya silahkan.
Baiklah, surat ini sudah terlalu panjang, mungkin kau akan tambah bingung membacanya, yang penting aku telah tahu hatimu (entah benar atau tidak) dan kau pun telah tahu hatiku. Yang pasti aku selalu siap untuk menerima kamu apapun keadaanmu, selama kamu masih mau berubah untuk yang lebih baik, kenapa mesti aku mengejekmu dan menolakmu !
Asal kau telah yakin mantap dengan sikapmu sekarang aku siap bersungguh-sungguh. Tapi bila kau masih ragu-ragu silahkan membatalkan apa yang kau katakan dan silahkan meneruskan segala keinginanmu sekarang, selagi aku masih memberi kesempatan. Aku takkan melarang, Hatimu kamu yang punya, aku tak akan merebutnya secara paksa.

 Wassalamualaikum War. Wab.

Reco, 02 Januari 2002


(ABDUL HARIS)

Nb.
Maaf bila terlalu panjang Baca terus ya selamilah
Isinya jangan sampai Salah faham.

CATATAN:
SAYA TIDAK MALU MENCANTUMKAN INI. SEBAB INILAH SEBAGIAN DARI SEJARAH HIDUP ORANG LAIN PERLU TAHU BAHWA TIDAK SEMUA KEBAHAGIAAN DATANG SECARA TIBA-TIBA

LAPORAN KE PWM SURABAYA

SURAT PERNYATAAN


Yang bertanda tangan dibawah ini saya :

N a m a : ABDUL HARIS
Tempat/Tgl. Lahir : Gresik/11 Maret 1979
Jabatan : Ka. Sub. Bag. TU
N B M : 896 655
Alamat : Dsn. Reco Ds. Kepuh Klagen Rt.05 Rw. 02 Wringin
  Anom Gresik

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Blanko Transkrip nilai yang hilang secara misterius dan ternyata hilangnya tersebut dituduhkan ke salah satu oknum yang di pecat adalah tidak benar. Karena saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa blanko transkrip nilai tersebut telah diterima Pak Iksan setelah dikirim oleh Pak Tikno (percetakan) dan blanko tersebut langsung dimasukkan ke lemari miliknya. Hal ini beliau lakukan sesuai dengan kebiasaannya yang menyimpan semua berkas yang dianggapnya penting. Dan saya yang setiap hari seruangan dengan beliau tidak pernah menyaksikan ke 7 orang tersebut masuk keruang Kepala Sekolah.
 Saya juga mendengar sendiri setelah ada kunjungan dari PWM Pak Iksan tanpa saya minta mengatakan : Bahwa ternyata PWM telah tidak berani lagi dengannya setelah diberi penjelasan mengenai pemecatan.
 Dan saya sebagai Tenaga TU yang telah bekerja selama  5 tahun merasakan sekali betapa pak Iksan yang katanya pengalamannya banyak dalam bidang administrasi dalam praktiknya sangat kelihatan sekali kalau beliau tidak mengerti apa-apa sehingga saya khawatir hal ini akan berakibat pada kemajuan SMK Muhammadiyah 2 Taman kelak.
 Sikap arogansi yang beliau tunjukkan sangat bertentangan sekali pada akhlaq Islam sebenarnya. Sebagai karyawan saya dituntut untuk selalu taat kepadanya. Tidak boleh membantah apa yang beliau katakan. Seringkali saya dimarahi dan diancam akan dikeluarkan bila berbuat kesalahan. Bahkan pada hari Jum’at Tgl. 13 Juni 2003 tanpa saya ketahui salah saya beliau dengan arogannya mengepalkan tangan diletakkan dikepala saya. Tentu saja hal sangat merendahkan harga diri saya sebagai manusia.
 Demikian pernyataan ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan ketika membuat pernyataan ini saya dalam keadaan sehat wal afiat. Untuk pernyataan ini saya siap dimintai pertanggung jawaban dan siap menjadi saksi bila memang diperlukan.

Taman, 26 Agustus 2003




ABDUL HARIS

MERAJALELA

Jum’at/ 25 April 1997

Dari sebuah perbincangan mengenai berbagai keadaan dirinya, aku mendapat suatu pengalaman.
Bahwa rupanya sekarang kemaksiatan telah menjadi suatu kebutuhan yang mutlak harus dikerjakan. Sehingga bila berbuat tidak sadar bahwa dirinya telah mendapat dosa.
Perbuatan yang telah dilakukannya adalah hal lumrah. Kuno bila seseorang tidak melakukannya apalagi sampai tidak mengenalnya.
Masya Allah, keyakinan macam apa ini rupanya dunia sudah mendekatikiamat. Bumi sudah mau mengeluarkan segala isi yang dikandung dalam perutnya.
Ya Allah jauhkanlah hamba dari isme-isme yang bertentangan ajaranmu, tutuplah mataku dari maksiat. Amin.

MENIKAH MUDA

Ahad, 09 – Maret 1997

Hati ini rasanya trenyuh dan merasa sayang atas kejadian yang mereka lakukan. Sungguh, apakah mereka merasa bahwa hidup hanya untuk itu saja tak ada cita-cita yang membuat hidup agar lebih berharga untuk manusia lainnya. Dan hidup lebih berarti dalam keabadian ibadah.
Kiranya yang kumaksud adalah menikah dalam usia muda. Sehingga ingus yang masih mengalir tapi sudah berani melakukan ernikahan. Apapun alasan mereka menikah waktu muda bagiku hanyalah pendangkalan pikiran. Bukankah bumi Allah SWT itu luas ? Mencari pahala bukan hanya lewat pernikahan. Sekali-kali tidak ! Alasan mereka Cuma untuk membenarkan tindakan mereka. Memang sulit menahan nafsu apalagi nafsu seksual. Tapi bukankah Nabi Muhammad SAW telah memberikan jalan keluarnya. Dalam hati ini rasanya tersenyum sendiri melihat gadis-gadis belasan tahun kesana kemari menggendong anaknya.
Bagaimanakah nasib bangsa dan agama (Islam) ini nanti bila generasi muda belum berjuang da’wah Islami tapi sudah berjuang menafkahi anak, istri/suami. Ah semoga yang kumusuhi tak sampai kulakukan sendiri.

MENCELA

Selasa, 04 – 02 – 1997
Kejadian demi kejadian yang kualami dalam dunia semakin membuat aku heran dalam pikiran. Untuk kali ini adalah sifat manusia yang suka mencela pada manusia lainnya. Berbagai contoh dalam masalah ini bida dikemukakan, tapi satu sajalah yang aku tuliskan. Seperti dalam masalah pekerjaan, kalau ada sesuatu yang kurang memuaskan, mulut nyerocos tidak karuan. Bagaikan dirinya orang yang sempurna. Anehnya bila hal itu diberikan kepadanya belum tentu bisa mengerjakannya. Maka dosa yang disandangnya sangatlah besar, kalaupun bisa mengerjakan pekerjaan itu, dosapun tetap didapatnya karena mengejek dan merasa lebih baik dari orang lain. janganlah hal ini sampai menimpa anda (apalagi saya) ingatlah akan firman Allah Q.S. 49 : 11 (Al Hujurat) dan ayat 12.
 Mengejek, senangkah bila seseorang di ejek, tentu perasaan dia sama sama juga dengan perasaan pada diri sendiri. Lalu bagaimanakah bisa seseorang mengejek orang lain padahal itu sangatlah menyakitkan bila dirasakan pada badan walau yang terluka perasaan. Tapi bukankah lidah itu lebih menyakitkan bila membuat luka daripada pedang.

Mana Itu Hari Raya?

Ahad, 14 Nopember 2004

Tepat pada hari ini hari raya Idul fitri 1425 H. kurayakan dengan setengah hati karena tidak ada yang istimewa kurasakan dalam hati ini.
Semuanya mengalir dengan begitu saja tanpa ada yang membekas dalam hati ini, berlalu tanpa kesan seakan tiada yang perlu di ingat.
Entahlah, apa itu karena keadaan lingkungan yang membuatku begitu atau memang aku yang sekarang telah tidak merasa takut lagi untuk berbuat dosa. Semuanya telah kuanggap perbuatan biasa yang begitu mudah untuk dihapuskan dengan ucapan istighfar.
Setiap ibadah yang katanya akan mengundang pahala berlipat ganda tidak membuat air liur ini menetes untuk memperbanyak dan mengamalkannya. Semuanya kuanggap angin lalu tak perlu direnungkan dan di kerjakan. Malah banyak ibadah yang kutinggalkan hanya karena kemalasan yang menghinggapi diri ini.
Karena keraguan ?Bukan, aku kira semua ini berpangkal pada diri ini yang tidak ingin mengejar syurga melainkan karena kekosongan hati dari siraman ruhani yang memang telah secara sengaja kuhindari. Ya benar, semuanya telah kuhindari karena kesombonganku karena aku merasa telah memiliki ilmu yang begitu banyak dan berlimpah. Benar memang dihadapan orang aku mengatakan bahwa aku ini semakin merasa bodoh, tapi pada kenyataannya dengan perkataanku ini aku telah menunjukkan kesombonganku kepada mereka.
Kini, kesombongan itu semakin membuncah dalam dada, dan semuanya tidak kuhindari malah semakin ku pupuk biar tumbuh subur dalam persemayaman hati. Takut ? memangku aku takut kepada siapa ? Neraka, hah ! neraka itu kuanggap dongengan dari zaman baheula yang tidak perlu didengarkan lebih baik dijadikan bahan lelucon yang bisa membuat khalayak tertawa.
Begitulah, dngan kedatangan hari raya kali ini, aku tak perlua merasa sebaga bayi yang baru terlahir, melainkan aku harus merasa sebagai tengkorak hidup yang membawa beban dosa yang tak terampunkan. Tapi bagaimanakah memnculkan perasaan itu ?

REMBULAN

Rembulan menangis tersedu sedan
Melihat mendengar manusia berkata tanpa pembuktian
Kabut puith dipagi hari
Berubah kelam di siang hari

Sinar rembulan menyapu pedesaan
Tersenyum!
Cahaya rembulan menyentuh gedung kaca, pabrik, industri
Menangis !

Udara oh udara
Jangan hanya diam di pedesaan
Kasihan orang kota yang sesak karena
Tingkah lakunya sendiri, pinta rembulan

Rembulan menangis tersedu sedan
Sinarnya yang terang menerpa, terhalang ratusan benda hitam, kelam

Rembulan merasa dirinya tidak suci lagi
Diijak-injak sekawanan kucing bertopeng pengetahuan
Tatkala mansuia berebutan siapa yang bersalah
Karena suhu bumi panas meninggi
Negara, presiden, menteri, gubernur, bupati
Atau......
Setiap individu sendiri
Tak mau teliti diri
Menjaga alam biar tetap alami

JAWABAN

(Pesan kepada semua muridku)


Wahai jawaban
Kenapa engkau menjauh dariku
Kenapa merah padam mukamu
Apakah kau marah padaku
Apakah karena tadi malam
Aku tak mencarimu

Kuakui memang aku yang salah
Kuakui diriku yang sombong
Aku mengira
Engkau sudah di luar kepala
Tapi ternyata
Engkau masih tersimpan rapi dalam kepalaku

Wahai jawaban mendekatlah
Sekarang kau sangat kubutuhkan
Aku sedang menghadapi lawanmu
Dia mengejekku
Juga seakan menasehatiku
Agar aku slalu mencarimu
Terima kasih soal
Aku akan berjanji
Akan slalu belajar
Biar jawaban tak lagi menjauhiku

MOKHAL

Pikirkan, renungkanlah teman
Segerombol lembu
Menggiring seorang anak penggembala
Mengacung-acungkan cambuk
Dilemparkan ke sana kemari
Menuju penggembala itu
Tanpa perlawanan, tanpa jeritan

Juga di sana teman
Disebuah tempat berlumpur
Satu orang kerbau
Sedang memukuli
Dua ekor pembajak
Tanpa keluhan tanpa peristirahatan

Lihatlah teman nun jauh di sana
Beberapa budak berdiri dengan pongahnya
Menendang-nendang seorang majikannya
Tanpa rasa kemanusiaan

Dan lihat teman di sampingmu
Anak pendidikan beratus-ratusan
Sedang melihat seorang profesor
Yang meneriakkan yel-yel
Anak pendidikan itu
Tanpa hiraukan dia dicampakkan

Jangan kaget teman
Itu mesin-mesin pabrik
Sedang istirahat kelelahan
Sedang manusianya
Tanpa henti hilir mudik
Tak berani bangunkan mesin
Tanpa gerutu, tanpa cemburu

Awas teman! Kamu hampir di tabrak
Oleh hilir mudiknya
Binatang-binatang berpakaian
Rok mini, jeans, renang
Binatang itu tak memperhatikan
Manusia yang berjalan
Telanjang tanpa pakaian
Tanpa punya rasa malu

Aduh-aduh! Hati-hati teman
Kamu hampir jatuh kelangit
Sedang kamu di bawah bumi
Jangan terlindas dan terlempar
Oleh nakalnya anak semut
Yang membuat mati manusia dengan injakannya
Tanpa pikiran tanpa perasaan

Sedang pena ini hampir mogok berjalan
Aku hampir disuruh olehnya
Menulis dengan jari-jari berdarah
Dengar teman, mungkinkah semua ini
Tak usah kau jawab teman
Sedang sekarang ini
Yang tak mungkin semua sudah terjadi

MALU BERSEMBUNYI DIBALIK PILU

Kawan..........
Dimana malu kau sembunyikan
Hingga seonggok nista kau sodorkan
Itukah yang kau katakan kemajuan
Yang kau sajikan sebagai santap malam

Kawan......
Dimana malu kau sembunyikan
Pakaian iman kau tanggalkan
Kimono kemaksiatan kau kenakan
Tubuh terkapar hangat dalam pelukan syetan
Berselimut kemunafikan

Kawan....
Dimana malu kau sembunyikan
Sedang Dia Maha Tahu segalanya
Apa yang kau kerjakan
Kawan....
Bila kau anggap benar diriku teman
Untaian saran yang kuberikan
Bila kawan berkenan
Dengar kawan, hanya saran bukan ampunan

Kawan.....
Lekas tinggalkan segala kemaksiatan dan kemunafikan
Mohon ampun pada Dia yang Maha Pengampun
Berserah dirilah pada dia yang Maha Suci
‘Tuk tidak mengulang lagi
bertaubat pada Dia yang Maha Penerima Taubat

Catatan: Bukan Karya Sendiri

TUHAN AKU MALU

Tuhan aku malu
Aku malu padamu
Juga pada yang tahu
Bohongi nurani hunjam hati
Oooh itu kusenangi
Sang bunga

Pada kawan kuserang
Sebagai musabab dosa
Pada diri kurindu
Cengkraman madu gurau diteguk
Oooooooh aku malu
Tuhan!!!

Tuhan aku malu
Aku malu padamu
Juga pada yang tahu
Terlalu banyak ku dosa
Terlalu banyak aku ingin
Terlalu banyak kuminta
Oooooh itu kulakukan,
Do’a

Akhlak diri mendurhakai
Menentang lintang pukang mendekati
Tentu kau marah
Tapi tak kulakukan
Kau firman sombong
Akhirnya kuterdiam, terpaku

Untukku lebih baik

Tak kuasa tadah tangan
Aku tak peduli, aku malu tuhan
Hanya itu yang kupunya

Tuhan aku malu…..
Juga pada yang tahu
Ah? Sikapku kau lebih tahu

AKU DAN KAU

Tak sama, takkan sama, memang
Tak mungkin sama
Selamanya….

Aku ingin terang
Kau jadikan gelap
Aku ingin hujan
Kau buat kemarau
Aku ingin ini
Kau ingin itu

Kehendakku bicara
Kehendakmulah berjalan

Aku lemah
Kau kuat
Untuk engkau terserah
Aku menyerah
Pasrah…

PINTU

Mulailah semua dari pintu
Sebelumnya telah diambil sumpah
Amanah yang semuanya tak sanggup
Memenuhinya karena bentuk

Dari pintu ke pintu
Punya bentuk tak punya nama
Baru karena dua yang berpadu
Terbentuk badan lebih sempurna
Semua pertanda kekuasaannya

Kepintu demi kelak yang dituju
Sumpah dari amanah banyak terlupa
Karena godaan dari segala perkara
Padahal itu tipuan yang nyata

Meninggalkan pintu yang penentuan
Lebih dekat kepada yang dituju
Sungguh sayang bekal tak mencukupi
Penyesalan percuma
Karena tak bisa kepintu dua

Akhirnya semua pintu terlewati
Badan gemetar karena sudah pasti
Kepada penderitaan yang abadi
Yang pasti semua pintu-pintu
Telah terlewati

CONTOH

Contohkan padaku cara mencari uang
Agar aku tak malas-malasan

Contohkan padaku cara menyayangi
Agar aku tak jadi pembenci

Contohkan padaku memenuhi amanat
Agar aku tak jadi pengkhianat

Contohkan padaku berbuat baik
Agar aku tak jadi licik

Contohkan padaku cara patuh
Agar baktiku menjadi utuh

Contohkan padaku cara gigih
Agar aku tak putus asa

Contohkan padaku cara belajar
Agar aku jadi pintar

Contohkan padaku berbenah diri
Agar aku jadi mandiri

Contohkan padaku cara berakhlaq
Agar diriku tak jadi rusak

Contohkan padaku cara berkorban
Agar aku menjadi pahlawan

Tapi…..
Jangan contohi aku jadi pendendam
Nanti semua jadi kuterkam

Jangan contohi aku jadi pemarah
Nanti aku suka naik darah

Jangan contohi aku jadi pencuri
Nanti aku suka korupsi

Jangan contohi aku jadi pemeras
Nanati semua akan kurampas

Jangan contohi aku jadi pendengki
Nanti aku jadi pembenci

Jangan contohi aku cara berdusta
Nanti aku suka bermuka dua

Jangan contohi aku cara bertaruh
Nanti aku suka selingkuh

Jangan contohi aku cara mengejek
Nanti semua ‘kan kuanggap jelek

Jangan contohi aku cara menyimpang
Nanti semua jadi kutendang

Jangan contohi aku bersikap bengis
Nanti aku bersifat sadis

Kesampaian Hasrat

Rabu/10 Desember 2003

B
egitu bahagianya hati tatkala kesampaian juga keinginan hati untuk memiliki komputer. Tepat Jam 2 Siang (14.00) hari Rabu/03 Desember aku sampai di rumah dengan membawa seperangkat komputer yang kubeli di sebuah toko yang terletak di Wonocolo Surabaya. Tepatnya di belakang Kampus IAIN Sunan Ampel.
Yang membuat aku bingung, apakah dengan kemudahan ini berarti aku di sayang Tuhan ataukah aku sedang di “lulu” agar semakin sombong karena segala keinginan terwujud dengan begitu mudah. Nyatanya aku memang begitu sombong dan memuji diri sendiri dengan segala keberhasilan yang telah kuraih selama ini.
Tak pernah aku ini merasa malu karena dengan begitu maksiat yang telah aku lakukan selama ini ternyata segala do’a yang aku panjatkan kehadirat Allah dikabulkan dengan begitu mudahnya. Itu berarti Tuhan begitu besar rahmatnya kepada hambaNya yang tahu balas budi. Padahal semestinya pantaslah sudah aku ini diberi musibah yang tak tertahankan.
Maka, malulah sekarang Ris ! ingatlah segala dosa yang telah kamu lakukan Tobatlah ! kamu masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menyesali segala perbuatan jelek yang telah kamu lakukan selama ini. Semoga dengan terkabulnya segala do’a yang semua telah kamu raih ini kamu lebih menyadari akan kesalahanmu yang telah begitu jauh meninggalkan syariat Tuhan yang sedikit banyak telah kamu ketahui. Mana manfaat yang telah kamu raih dari ilmu yang telah kamu pelajari selama ini tapi dalam praktiknya bagaikan angka NOL yang telah terputus alias “nol pothol”
Begitu banyak kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan kepadamu untuk tidak mengulangi perbuatan nista tapi manakah waktu itu yang telah kamu manfaatkan ?

Hari Semakin Singkat

Selasa, 18 – 02 – 1997

 Kiranya bukan aku saja yan merasakan keadaan dunia ini semakin hari semakin singkat.
Bila dulu hitungan 1 jam adalah 60 menit, tapi sekarang bisa dirasakan hanya 30 menit. Pernyataanku ini aku rasa tidak berlebihan bila memang perasaan yang kita gunakan untuk merenungkan. Kiamat boleh dibilang sudah hampir meletuskan gaung/bomnya. Atau mungkinsaja kabelnya sudah dinyalakan sehingga kita tinggal menunggu tanggal mainnya. Bukankah Nabi Muhammad telah memperingatkan ummatnya bahwa salah satu tanda – tanda kiamat adalah hari dirasakan semakin singkat.

Fitnah

Senin, 26 Mei 1997

Kutulis hal ini agar hati ini lega dan untuk menasehati diriku sendiri agar tidak sampai mempunyai sifat ini atau akhlaq itu dan mudah-mudahan orang yang menyandangnya segera tersadar dan segera meninggalkannya.
Surat Al Hujurat (49 : 12) aku rasa sangat cocok untuk menghukumi orang yang gampang menuduh manusia jelek. Melakukan ini, melaksanakan itu seakan-akan ini sudah kepastian bukan dugaan semata-mata. Padahal allah dan rasulnya memerintahkan agar kita membuang jauh-jauh prasangka yang jelek (Su’udhon) sebelum ada bukti yang menguatkan. Untung bila benar namun bila fitnah tentu dosa besar yang akn di dapat. Sedangkan bila benar saja sudah mendapat dosa dari Ghibah apalagi kalau omongan tiu salah
Semoga aku senantiasa punya sifat khusnudhon pada orang yang berbuat jelek kepadaku dan bisa melempar sejauh-jauhnya sifat su’udhon agar tak bisa berkembang dan menghiggapiku.
Ya Allah sadarkanlah diriku dan orang yang punya sifat ini agar tak gampang menuduh orang berbuat sesuatu yang jelek. Ya Allah hilangkanlah agar tak banyak orang yang tersakiti hatinya yan otomatis membuat orang lain juga berbuat dosa. Amin.

Ibu....

13 Juni 2003
Ibu aku sekarang lagi ingin merajuk. Hatiku telah di injak dengan semena-mena oleh orang yang merasa besar.
Dia begitu egoisnya mencaci aku seakan diri ini sudah tidak punya harga diri lagi. Bagaikan diri adalah seonggok sampah yang pantas diludahi.
Kepalaku tadi telah disentuhnya dengan begitu kasarnya. Walau dia menahan juga tindakannya itu. Tapi bagiku itu adalah suatu penyalahgunaan kekuasaan yang dimilikinya sekarang. Padahal aku tahu ibu, engkau tidak pernah menyentuhku dengan kemarahan. Sentuhanmu adalah sentuhan kasih sayang yang membuat diri ini nyaman dan tentram.
Meskipun begitu seringnya aku mengecewakanmu, tapi sungguh besar hatimu menerima segala penyakit hati yang kuberikan kepadamu. Begitu mudahnya kamu memaafkanku.
Dan tadi ibu…….
Dia dengan arogannya menunjuk hidungku dengan telunjuknya yang dirasa suci tak bernajis. Mengungkit-ungkit kesalahan yang aku rasa adalah hal biasa yang tak perlu dibesar-besarkan.
Jika kau Ibu, membimbingku dengan telaten walau kadang marah. Tapi aku yakin tak pernah engkau memasukkan kemarahanmu itu kedalam hatimu, tapi tadi ibu., dia yang mestinya sebagai pemimpin harus bisa mengayomi dan membimbingku ke arah yang lebih baik, telah mendeskriditkan aku kearah yang tak kubayangkan selama ini.
Maka, wahai ibu do’akanlah aku.
Untuk diberi Tuhan rezeki dari jalan yang selama ini aku tempati.
Aku yakin dengan do’amu, aku akan mendapatkan tempat yang lebih baik. Karena aku tahu begitu banyak jalan untuk mendapatkan nafkah dengan suasana yang menggembirakan.

Sekarang ibu…
Aku juga ingin mohon maaf.
Ternyata bagaimanapun pandanganmu mengenai kehidupan ini lebih luas dibandingkan aku yang baru kemarin sore engkau lahirkan.
Berbulan-bulan ini hatiku juga telah disobek-sobek oleh seorang anak wanita yang dengan setulus hati aku cintai.
Bukannya dia menerima tapi malah diri ini dihina tanpa alasan. Kalau memang dia lebih segalanya dari aku, pantaslah diri ini direndahkan, tapi nyatanya ibu, dia adalah wanita yang tidak diambil apa-apanya selain kecantikannya yang selalu dia banggakan. Begitu angkuhnya ia ibu mengatai aku didepan semua orang bahwa aku ini adalah pantas menjadi alas kakinya. Anehnya aku begitu ikhlas menerima perlakuannya tanpa suatu perlawanan yang berarti. Hanya karena terombang-ambingya hati ini dengan perasaan cinta.
Tidakkah kau sakit hati ibu mendengar semua ini. Pastilah engkau membelaku. Bukan karena aku ini darah daginngmu. Tapi memang secara rasional lebih pantas wanita itu yang diaduk-aduk kehormatannya. Tapi tidak usahlah itu engkau lakukan, karena hampir warga dunia yang jelek maupun baik dengan melihat tingkah polanya selama ini telah mencibirnya begitu rupa.
Maka seandainya aku masih saja ingin meraihnya, tentu kehinaan yang akan aku tanggung. Untuk itu ibu do’akanlah aku sekali lagi agar aku bisa mendapatkan penggantinya yang lebih segalanya dari dia. Ikhlaslah berdo’a ibu jangan hanya dibibir saja. Karena yang selama ini aku pandang yang engkau inginkan hanya wanita yang berpunya walau nggak cantik asal pintar engkau mau.
Bagaimanapun ibu aku ingin kecantikan juga untuk pelipur lara di kala duka, penyejuk mata dikala hati ini merana.

APRESIASI KARYA SASTRA DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA RESEPTIF

Latar Belakang dan Tujuan
Setiap orang dalam mempelajari karya sastra diharapkan menguasai empat hal yang penting : (1) Dapat menunjukkan nilai instrinsik, (2) Dapat menunjukkan nilai ekstrinsik, (3) dapat menunjukkan nilai estitis, (4) Dapat menunjukkan kegunaan suatu karya sastra dalam bidang pendidikan. Dan materi sastra ini disajikan agar mahasiswa PGSD dapat menikmati, memahami, dan mengapresiasikan secara koitis karya sastra untuk anak didiknya dikemudian hari.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dengan cara : (1) Mendengarkan dan membaca sastra, (2) Menanggapi dan membahas karya sastra secara kritis, dan (3) Menyajikan kembali karya sastra secara kreatif. Dan karya sastra sebagai karya seni di samping mempunyai nilai estetis juga mengandung nilai kegunaan. Horoce mengemukakan fungsi sastra adalah Dulce et utile atau Sweet an usefull artinya menyenangkan dan bermanfaat bagi kehidupan. Tarigan (1986 : 195 – 196) mengemukakan 5 nilai yang terkandung dalam karya sastra yaitu : (1) Nilai hidonik, yang memberikan kesenangan secara langsung, (2) Nilai artistis, yang memainkan kestasikan keterampilan seseorang, 3) Nilai kultural, yang mengandung hubungan yang mendalam dengan masyarakat atau kebudayaan, (4) Nilai moral-religius, bahwa karya sastra terpancar ajaran-ajaran etika, moral, dan agama, ( 5) Nilai praktis, mengandung hal-hal praktis yang dapat dilaksanakn dalam kehidupan sehari-hari.
Barton (1964 : 30) mengemukakan empat permasalahan pokok dalam karya sastra yaitu (1) Permasalahan manusia dengan Tuhannya, (2) Permasalahan manusia dengan sesamanya, (3) Manusia dengan alam sekitarnya, (4) Permasalahan manusia dengan dirinya sendiri, sehingga dalam mempelajari karya sastra akan memperoleh banyak manfaat yang positif, juga Dipodjoyo (1981 : 2 – 4 ) berpendapat ada tujuh manfat yang diperoleh dalam mempelajari karya satra yaitu : (1) Mengenal kebudayaan sendiri dan kebesaran masa lampau untuk masa yang akan datang, (2) Memperluas pandangan hidup kemanusiaan, (3) Memperluas pengetahuan dengan dunia luas di luar masyarakatnya, (4) Meningkatkan pengertian tentang kualitas kesusastraan, (5) Memperkaya perbendaharaan kata dan kalimat, (6) memperluas pengertian bentuk kesusastraan, (7) Kesusastraan membuat dewasa cita rasa dan perkembangan sastra.

A. Pengertian Sastra secara Reseftif
1. Pengertian
Apresiasi sastra secara reseftif dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengarkan, dan menyaksikan pementasan drama. Karya sastra bentuk prosa seperti dongeng, cerpen, novel, roman, dapat dinikmati dengan cara membaca atau dengan cara menyimak ketika karya sastra diperdengarkan atau dibaca orang lain. Akan tetapi puisi pada umumnya tidak dapat dinikmati dengan baik tanpa dibaca dengan suara yang nyaring. Hanya puisi kawar yang dapat dinikmati orang dengan membaca dalam hati. Nilai keindahan puisi rima dan ritma baru bisa dinikmati apabila disuarakan.
Sementara itu karya sastra berbentuk drama baru dapat dinikmati secara enak dan baik apabila dipentaskan. Melalui pementasan yang melibatkan secara aspek pendukungnya seperti blocking, kostum, musik, lighting, dialog, dan karakter pelaku, memungkinkan suatu drama dapat disajikan dan dinikmati secara utuh.
2. Menikmati Cerita, Puisi,dan Drama
Membaca karya sastra berbeda dengan membaca karya ilmiah atau jenis karya yang lain. Membaca karya sastra tidak sekedar memahami isi bacaan melainkan juga menikmati keindahan isinya. Dalam kegiatan membaca dituntut kemampuannya untuk menangkap nilai estitis dan memahami unsur struktur yang membangun karya sastra. Diharapkan pembaca dapat menikmati dan menjiwainya sehingga memungkinkan seorang pembaca untuk meceritakan dengan mengekspresikan kepada orang lain.
Seseorang yang ingin membaca dan mendengarkan suatu cerita dengan baik perlu mengetahui unsur pembentuk prosa (unsur instrinsiknya) (1) Tema, (2) Amanat, (3) Alur (plot cerita), (4) Setting atau latar cerita (tempat kejadian), (5) Penokohan dan karakter, (6) Point of view atau sudut pandang. Dengan demikian pembaca dapat menikmati cerita itu secara utuh sehinga dapt memperoleh kesenangan, informasi, warisan kultural, dan keseimbangan.
Suatu dongeng, cerpen, novel, dan roman yang ada sekarang ini baik yang dilisankan maupun yang sudah dicetak, di dalamnya sering dikemukakan nilai-nilai yang bermanfaat. Cerita binatang, misalnya adalah cermin kehidupan manusia hanya saja disampaikan dan disajikan dalam bentuk kehidupan binatang.
Pelaku dalam cerita itu menggambarkan perilaku manusia, seperti tindak angkara murka, kesewenang-wenangan, ketidak adilan, tipu muslihat, gotong royong, ketulusan, kepahlawanan dan sebagainya. Cerita itu dapat disajikan dalam cerita Katak hendak jadi lembu, Pak Pandir, Abu nawas dan sebagainya.
Apresiasi reseftif terhadap bentuk puisi dapat dilakukan dengan cara membaca puisi dengan suara yang nyaring atau mendengarkan pembaca puisi (poetary reading) dan deklamasi. Puisi tanpa disuarakan tidak akan bisa ditangkap nilai estetisnya, sebab puisi merupakan performance arts. Meskipun demikian, ada satu pengecualian yaitu puisi kawar yang dapat dinikmati orang per orang tanpa harus disuarakan.
Drama sebagai salah satu bentuk karya sastra hanya dapat dinikmati dengan baik apabila dipentaskan. Namun untuk mementaskannya diperlukan persiapan yang matang dan biaya yang tidak sedikit. Meskipun demikian, masyarakat sekarang sangat beruntung sebab dapat menikmati sejenis drama yang ditayangkan melalui layar televisi baik berupa film, sinetron, telenovela, maupun ketoprak, ludruk. Semua itu memiliki dasar-dasar yang tidak jauh berbeda dengan drama.
Sementara itu perlu dipahami bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan bermain oeran, hanya saja kemampuan itu belum dikembangkan secara maksimal. Kita sering melihat anak-anak bermain pasar-pasaran (jual beli) dokter-dokteran dan sebaginya. Selain itu di masyarakat juga dikembangkan permainan simulasi untuk berbagai penyuluhan, misalnya pada penataran P4, musyawarah untuk mufakat (rapat) dan sebagainya. Permainan dan kegiatan seperti itu merupakan dasar bermain peran yang sebenarnya.

Kegiatan :
Untuk memperlancar keterampilan berbicara diharapkan mahasiswa PGSD latihan bercerita dan mendiskusikannya.
Cerita bebas : Dongeng, hikayat, cerpen, novel, maupun roman

MENGHINDARI BAHAYA DOSA SYIRIK

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِجْتَنِبُوْا, قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ, وَمَا هُنَّ ؟ قَالَ : الشِّرْكُ بِاللهِ, وَالسِّحْرُ, وَقَتْلُ النِّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِا لْحَقِّ, وَأَكْلُ الرِّبَا, وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ, وَالتَّوَ لِّى يَوْمَ الزَّحْفِ, وَقَدْفُ الْمُحْصَنَا تِ الْمُؤْ مِنَاتِ الْغَفِلاَتِ (رواه البخارى ومسلم وأبوداود والنسائى عن أبى هريرة)

ARTI KATA-KATA

1. إِجْتَنْبُوْا = Hindari/singkiri  Hendaknya kamu jangan sampai melakukan hal ini;
2. = سَبْعَTujuh  Yakni tujuh hal yang akan aku sebutkan di bawah ini;
3. = المُوْ بِقَاتِ Membinasakan  Tegasnya, kalian tidak akan selamat di akhirat nanti;
4. الشِّرْكُ = Syirik  menyekutukan Allah SWT. Analisanya setelah hal yang ketujuh;
5. السِّحْرُ = Sihir  Perbuatan yang mengelabui pandangan orang lain (atau memperlihatkan hal yang tidak benar. Contoh : tali dari tongkatnya tukang sihir Fir’aun yang dilempar, kemudian terkhayal dan kelihatan berjalan di muka Nabi Musa (Q.S. Thaha : 66) Sihir mengarah kepada kedustaan, kerusakan, dan kehancuran.;
6. قَتْلُ = Membunuh  sudah jelas;
7. النَّفْسُ = Nyawa  bisa juga diartikan jiwa manusia yang masih hidup;
8. حَرَّمَ اللهُ = yang diharamkan Allah  sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh Allah untuk dilakukan atau sesuatu yang harus ditinggalkan oleh manusia;
9. الحَقُّ = Benar  artinya membunuh manusia harus mempunyai alasan yang jelas;
10. أَكْلُ = Makan  sudah jelas;
11. الرِّبَا = Riba  biasa digunakan dalam jual beli yang imbalannya tidak sepadan pada jaman sekarang riba diartikan juga dalam perbankan yakni bunga uang simpanan atau bunga pinjaman;
12. مَالُ = Harta  berkaitan dengan kekayaan, benda dan segala sesuatu yang digunakan untuk keperluan manusia dalam dunia;
13. الْيَتِيْمِ = Yatim  seorang anak yang ditinggalkan orang tuanya wafat;
14. التَّوَلِّى = Melarikan diri  berkaitan dengan kalimat selanjutnya yaitu ;
15. يَوْمَ الزَّحْفِ = Hari peperangan  Bisa juga melarikan diri ketika dalam peperangan atau bisa juga disebut pengecut;
16. قَدْفُ = Menuduh zina  tanpa alasan yang kuat;
17. المُؤْمِناَتِ = Wanita beriman  yang taat lagi baik;
  18. الغَافِلاَتِ = Jujur  baik dalam perkatan maupun perbuatan;


 ARTI HADITS

Rasulullah SAW bersabda : “Singkirilah tujuh hal yang membinasakan”. Para Shahabat bertanya : “Ya Rasulullah, apakah tujuh hal tersebut ?”. Beliau menjawab : “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri ketika pertempuran terjadi dan menuduh zina kepada perempuan-perempuan mukmin yang baik-baik dan yang jujur.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i,dari Abu Hurairah)

Hadits di atas sebagai perawi pertama adalah Abu Hurairah sedangkan perawi terakhir Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i. Adapun biografi secara singkat yang kami sebutkan di sini hanyalah Abu Hurairah dan al-Bukhari.

BIOGRAFI PERAWI

1. Abu Hurairah
Nama lengkap Abu Hurairah ialah Abdur Rahman Ibnu sakhr (Abdullah Ibnu Sakhr) ad-Dausi at-Tamini.
Para ahli sejarah berbeda-beda pendapat perihal nama beliau ini. Demikian pula tentang nama ayahnya. Beliau sendiri menerangkan bahwa di masa jahiliyah, beliau bernama Abu Syams. Setelah memeluk Islam, beliau diberi nama oleh Nabi dengan Abdur Rahman atau Abdullah, ibunya bernam Maimunah yang memeluk Islam berkat seruan Nabi Muhammad SAW.
Beliau lahir tahun 21 sebelum Hijrah ( 602 M ) Abu Hurairah datang ke Madinah pada tahun Khaibar pada bulan Muharram tahun 7 H. Lalu memeluk agama Islam. Setelah memeluk Islam, beliau tetap beserta Nabi dan menjadi ketua jama’ah Ahlus Suffah. Karena inilah beliau mendengar banyak hadits dari Nabi.
Menurut penakhikhan Ibnu Mahlad, seperti yang di sitir oleh Ibnu Dausi, beliau beliau meriwayatkan hadits sejumlah 5374 hadits, menurut al-Kirmani 5364. Dari jumlah tersebut, 325 hadits disepakati oleh Bukhari dan Muslim. Bukhari sendiri meriwayatkan 93 dan Muslim sejumlah 189 hadits.
Abu Hurairah meriwayatkan hadits dari Nabi sendiri dan dari Shahabi, diantaranya ialah Abu Bakar, Umar, al-Fadhl Ibnu Abbas Ibnu Abdil Muthalib, Ubay Ibnu Ka’ab, Usamah Ibnu Zaid dan Aisyah. Hadits-haditsnya banyak diriwayatkan oleh shahabat dan tabi’in. Diantaranya para shahabat ialah Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas, Watsilah Ibnu al-Asqa’ dan Jabir Ibnu Abdillah Al-Ansyuri.
Diantara para Tabi’in besar ialah Marwan Ibnu al-Hakam, Said Ibnu Musyyab, Urwah Ibnu Zubair, Sulaiman al-Syjai al-Aghr, Abu Muslim, Syuraih Ibnu Hani, Sulaiman Ibnu Yasr, Abdullah Ibnu Syaqiq, Handlalah al-Aslami, Tsabit Ibnu Iyadl, Sa’id Ibnu Amr Ibnu Sa’id al-Asy, Abu al-Habab, Sa’id Ibnu Yasar, Muhammad Ibnu Sirin, Abdur Rahman Ibnu Sa’ad, Abdullah Ibnu Uqbah Ibnu Mas’ud, Atha Ibnu Abi Rabah, Atha Ibnu Yassar. Lebih dari 800 perawi menerima hadits dari beliau. Kata asy-Syafi’i, Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak menghapal hadits di masanya.
Tersebut dalam ash-Shahih bahwa Abu Hurairah berkata, “Ya Rasulullah SAW. saya mendengar dari tuan banyak hadits, tetapi saya banyak lupa” Mendengar itu Nabi bersabda : “Hamparkan selimutmu” maka Nabi mengambil kain itu dengan tangannya. Kemudian Nabi berkata “Berselimutlah !” “Maka sayapun berselimut setelah itu saya tidak pernah lupa sesuatu yang saya dengar dari Nabi. Abu Hurairah adalah orang yang pertama diantara tujuh shahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Al-Hafidz Ibnu Hajar telah menerangkan keistimewaan Abu Hurairah dalam kitabnya al-Ishabah.
Abu Hurairah pernah menjadi gubernur Madinah, dan pada masa pemerintahan Umar beliau diangkat menjadi gubernur di Bahrain kemudian beliau diberhentikan. Beliau meninggal di Madinah pada tahun 59 H (679 M)

2. al-Bukhari
Nama lengkap al-Bukhari ialah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ismail Ibnu Ibrahim Ibnu al-Mughirah al-Jufy. Kakek-kakek beliau beragama Majusi. Kakeknya yang mula-mula memeluk Islam ialah al-Mughirah diislamkan oleh al-Yaman al-Jafy gubernur Bukhara. Karena itu, beliau dikatakan al-Jafy. Ayah beliau adalah seorang ahli hadits, yang meninggal diwaktu beliau masih kecil dan meninggalkan banyak harta. Karena itu beliau dididik oleh ibunya dan beliau mendapat pelajaran pertama dari seorang ulama’ fiqih.
Sesudah berumur 10 tahun, beliau mulai menghapal hadits. Sesudah berumur 16 tahun beliau menghapal kitab-kitab susunan Ibnu Mubarrak dan Waqie serta melawat untuk menemui ulama’-ulama’ diberbagai kota. Beliau melawat ke Maru, Naisabur, Rayy, Baghdad, Basrah, Kufah, Makkah, Madinah, Mesir, Damaskus dan Asqalan. Beliau meriwayatkan hadits dari segolongan penghapal hadits, diantaranya ialah Makky Ibnu Ibrahim al-Balakhi, Abdan Ibnu Utsman al-Mawarzi, Abdullah Ibnu Musa al-Qaisy, Abu Ashim as-Syaibani, Muhammad Ibnu Abdullah al-Anshari, Muhammad Ibnu Yusuf al-Firyabi, Abu Nuaim al-Fadl Ibnu Dikkin, Ali Ibnul Madini, Ahmad Ibnu Hanbal, Yahya Ibnu Ma’in, Ismail Ibnu Idris al-Madani, Ibnu Rahawaih dan lain lain.
al-Bukhari mempunyai daya hapal yang sangat kuat, istimewa dalam bidang hadits. Dalam masa kanak-kanak beliau telah menghapal 70.000 hadits. Lengkap dengan sanadnya. Beliau mengetahui hari lahir, hari wafat dan tempat-tempat para perawi hadits dan dicatat pula apa yang beliau hapal itu. Beliau mempunyai keahlian dalam berbagai bidang ilmu hadits.
Abdullah Ibnu Ahmad Ibnu Hanbal berkata “Saya pernah mendengar ayah saya berkata, negeri Khurasan, tidak pernah melahirkan seorang putra yang menandingi Muhammad Ibnu Ismail”
al-Bukhari adalah orang pertama yang menyusun kitab shahih. Kemudian jejaknya di ikuti oleh ulama’-ulama’ lain sesudah beliau menyusun kitabnya itu dalam waktu 16 tahun. Kitabnya berisi 7397 hadits. Bila ditambah hadits-hadits mu’allaq dan mauquf dan maqtu’ maka jumlah menjadi 9082 hadits. Dan jika diambil hadits-hadits yang maushul tanpa mengulang-ulanginya, maka jumlah isinya 2762 hadits. Diantara kitabnya ialah : al-Adabul Mufrad, Raful yadaini fis shalati, al-Qiratu khal fal Imam, Birrul Walidaini at-Tarikhul Kabir, at-Tarikhul Ausath, at-Tarikhul Shaghir, Adl Dluafa, al-Jamiul Kabir, at-Tafsirul Kabir, Asribah al-Hibah, as-Samis Shahabab, al-Maqsud, al-Ilal al-Kunal, dan al-Fawaid.
al-Bukhari adalah seorang imam mujtahid yang mempunyai pendapat sendiri, walaupun pada mulanya beliau bermazhab Syafi’i, beliau dilahirkan di Bukhara sebagai seorang anak yatim, pada tahun 194 H ( 810 M). Beliau dilahirkan pada malam hari puasa pada tahun 194 H dan wafat pada tahun 256 H (870 M).

KETERANGAN SINGKAT
Hadits di atas menjelaskan bahwa Nabi mengingatkan kepada para shahabatnya agar jangan sampai melakukan hal-hal yang merupakan dosa besar dan merupakan jalan pintas masuk neraka. Para shahabat yang penasaran bertanya kepada beliau, apa sajakah yang termasuk dosa besar itu sehingga seorang Muslim tidak akan masuk syurga. Maka Nabi menyebutkan ketujuh hal tersebut. Dari ketujuh hal tersebut di atas, kami hanya menjelaskan satu diantaranya yaitu tentang syirik.
Kita maklum dari awal Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT selam 13 tahun pertama kenabiannya yang diprioritaskan adalah tentang Tauhid. Ini menandakan bahwa persoalan yang menyangkut keimanan tentang ke-esaan Tuhan adalah sesuatu yang esensial. Dan kita juga telah menyaksikan pada jaman sekarang, apa yang dulu diberantas oleh Nabi untuk diganti dengan tauhid kini mulai marak kembali. Maka sangatlah beralasan bila kami membahas tentang syirik ini.
Menurut arti bahasa syirik adalah bersekutu atau berserikat. Sedangkan menurut istilah adalah percaya bahwa ada Tuhan selain Allah SWT . sedangkan musyrik itu adalah orangnya, yakni orang yang percaya bahwa ada Tuhan selain Allah SWT, atau orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan lain-Nya. Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik adalah kufur atau satu jenis kekufuran.
Adapun yang dimaksud dengan perbuatan syirik adalah perbuatan yang mengakui bahwa ada selain Allah SWT , yang mempunyai kemampuan seperti kemampuan yang dimiliki oleh Allah SWT . dengan kata lain dapat dikemukakan bahwa perbuatan syirik itu adalah perbuatan yang mengakui adanya suatu kekuatan yang menyamai kekuatan Allah SWT lalu dijadikan sesembahan dan dipuja. Padahal yang disembah itu adalah ciptaan Allah SWT yang tidak memiliki kekatan apapun. Misal perbuatan syirik yakni : memuja-muja dan menyembah makhlukNya seperti batu besar, pohon besar, matahari, bulan, makam Nabi atau kyai (ulama’) dan lain-lainnya.
Sebenarnya merupakan kerugian yang besar bagi orang-orang yang musyrik, selain perbuatan itu sia-sia, berhala-berhala itu tidak dapat memberi petunjuk, tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, serta tidak dapat mendatangkan manfaat sedikitpun.
Perlu diketahui bahwa inti ajaran Islam adalah Tauhid; yaitu kepercayaan terhadap tuhan Yang Maha Esa atau Tuhan yang Satu, yang Tunggal (Monoteisme). Maka, syirik jelas bertentangan dengan makna iman dalam Islam. Dengan demikian syirik tidak saja merusak iman, tetapi menghancurkan sendi-sendi iman dan Islam yang paling mendasar.
Oleh sebab itu kepercayaan syirik termasuk jajaran dosa yang paling besar yang tak akan diampuni oleh Allah SWT sebagaimana firmanNya :
إِنَ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ ماَ دَوْ نَذَلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ, وَمَنْ يُشْرِكْ بِا للهِ فَقَدِا فْتَرَى إِثْمًَا عَظِيْمًا
“Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah SWT , maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S. an-Nisa’ : 48)

Sebab-sebab turunnya (Asbabun Nuzul) firman Allah SWT di atas adalah bahwa seorang laki-laki menghadap kepada Rasulullah SAW. dan berkata : “Keponakan saya tidak mau meninggalkan perbuatan haram”. Nabi SAW bertanya : “Apa agamanya”? Ia menjawab : “Ia suka mengerjakan shalat dan bertauhid kepada Allah SWT “ Bersabdalah Nabi : “Suruhlah ia meninggalkan agamanya atau belilah agamanya” ! Orang itu melaksanakan perintah Rasulullah tetapi keponakan itu menolak tawarannya, dan ia kembali kepada Rasulullah, kemudia Nabi berkata : “saya dapati ia sangat cinta terhadap agamanya” . Maka turunlah ayat tersebut (S 4:48) sebagai penjelasan bahwa Allah SWT akan mengampuni segala dosa orang yang dikehendaki-Nya (kecuali syirik). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan at-Tabrani bersumber dari Abi Ishaq al-Anshari).
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :
......لآ تُشْرِكْ باِ للهِ, إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Jangalah kamu mempersekutukan Allah SWT, sesungguhnya mempersekutukan Allah SWT adalah benar-benar kezaliman yang besar”
(Q.S. Luqman : 13)
.....إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِا للهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَ مَأْوَا هُ النَّارُ....
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga dan tempat ialah neraka.” (Q.S. al-Maidah : 72)

Dengan memperhatikan firman Allah SWT. di atas tiada jalan lain kecuali kita wajib melindungi diri kita masing-masing, melindungi anak, isteri, saudara dan keluarga kita dari bahaya dosa syirik ini. Dan malah kita wajib melindungi segenap manusia dari bahaya syirik ini sekuat kemampuan yang ada pada kita, sehingga kita akan memperoleh keselamatan dan keberuntungan dari Allah SWT .
Hadits-hadits lain yang berkaitan dengan perbuatan syirik ini antara lain :
مَنْ ماَتَ لاَ يُشْرِكْ باِ للهِ شَيْأً دَخَلَ الْجَنَّةَ وَ مَنْ ماَتَ يُشْرِكُ بِ للهِ شَيْاً دَخَلَ النَّرَ
“Siapa saja yang meninggal dunia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun; masuklah ia ke dalam syurga. Dan siapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka masuklah ia ke dalam neraka.” (H.R. Muslim)




Dalam hadits lain dari Ibnu Mas’ud menyebutkan :
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعَوْ مِنْ دَوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ
“Barangsiapa mati dalam keadaan berdo’a (menyeru) kepada selain Allah maka ia masuk ke neraka” (H.R. Bukhari)

MACAM-MACAM SYIRIK
1. Syirik Besar
Syirik besar (jaly) atau syirik nyata, adalah percaya bahwa ada Tuhan selain Allah SWT. Atau di samping mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, juga percaya bahwa ada makhluq (semua ciptaan Allah SWT. Itu adalah makhluq) selain Allah SWT yang mempunyai kekuatan dan kemampuan seperti kesempurnaan dan kemampuan yang dimiliki Allah SWT . Lalu hal itu disembah dan dijadikan sebagai sandaran hidup.
Contoh konkret seperti seseorang menyembah kepada patung. Mengambil berkah kepada batu, pohon, tempat keramat, dan lain-lain sejenisnya.
Firman Allah SWT
أَفَرَ ءَيْتُمُ اللَّتَ وَالْعُزَّى , وَمَنَوةَ الثَّا لِثَةَ ا ْلأُ خْرَى
“Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-lata dan al-uzza, dan manat yang ketiga yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)” (QS. An-Najm : 19 - 20)

Perlu diketahui bahwa al-lata dan al-Uzza adalah nama berhala yang disembah orang Arab jahiliyah dan dianggapnya anak-anak perempuan Tuhan.
a) al-Lata, diambil dari kata ila-hut (Tuhan) adalah berhala orang-orang Tsaqif. Asalnya ialah batu putih yang ada di Thaif kepunyaan seseorang yang dipergunakan untuk membuat roti. Ketika orang itu mati, penduduk Tsaqif menyembah batu itu untuk dihormati atau mengangungkan pembuat roti yang sudah mati itu. Lalu Rasulullah SAW. mengutus Mughiroh bin Syu’bah untuk menghancurkan dan membakarnya.
b) Al-Uzza diambil dari kata Aziz (nama Allah yang berarti mulia) adalah berhala orang-orang Quraysi dan bani Qinanah. Al-Uzza adalah sebatang pohon yang diberi bangunan disekitarnya dan ditutup dengan kelambu. Terdapat di desa Snahlah, suatu tempat antara Mekkah dan Thaif. Rasulullah SAW. mengutus Khalid bin Walid untuk menghancurkan bangunan itu. Dan di dalam bangunan itu terdapat seorang wanita telanjang, rambutnya terurai di kepalanya serta penuh dengan debu oleh Khalid wanita itu dihancurkan kepalanya hingga mati.
c) Manat, diambil dari Nama Allah SWT . Manah artinya pemberi anugerah. Adalah berhala bani Hilal di Qudaudh, terletak diantara Mekkah dan Medinah. Di puja-puja oleh suku Khaza’ah, Aus dan Hazraj. Dihancurkan oleh Ali bin Abi Thalib sewaktu menaklukkan kota Mekkah.

Menyembah kepada berhala-berhala, termasuk juga menganggap benda-benda selain manusia, seperti keris, bebatuan, pohon dan harta benda yang sejenisnya diperlukan sebagai Tuhan adalah termasuk perbuatan syirik dan dosa besar. Serta dosanya takkan diampuni oleh Allah SWT.
Berkenaan dengan dosa besar ini. Rasulullah SAW. bersabda :
اَلاَ نَبِّئُكُمْ بِاَ كْبَرِ الْكَبَا ئِرِ ثَلاَ ثًا قُلْنَا ياَ رَسُوْلُ اللهِ قَالَ : اَ ْلاِ شْرَاكُ باِ للهِ وَعُقُوْقُ الْوَا لِدَيْنِ وَكاَنَ مُتَّكِأً مَجَلِسِ فَقَالَ اَلاَ وَقُوْلُ الزُّوْرِ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْلَةَ سَكَتَ
“Maukah aku tunjukkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar ? Nabi SAW mengulangi sampai tiga kali, lalu para shahabat menjawab. “Baiklah Ya Rasulullah.” Maka Rasulullah SAW. bersabda : “Menyekutukan Allah (dengan sesuatu) dan berani kepada orang tua kemudian Nabi SAW duduk seraya berkata lagi. “Ingatlah bahwa ucapan dusta dan sumpah palsu itu (termasuk dosa besar)” Lalu Nabi SAW dengan terus menerus mengulangi sampai kami berharap berhenti atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan memperhatikan hadits di atas, maka syirik menduduki ranking pertama dalam urutan dosa-dosa besar dan merupakan induk segala dosa. Pantas Allah SWT. Memberi hukuman neraka Jahanam bagi orang Musyrik. Allah SWT berfirman :
إِنَّ الّذيْنَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَبِ وَا لْمُشْرِكِيْنَ فِى نَا رِ جَهَنَّمَ خَلِدِيْنَ فِيْهَا, أُو لَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
‘Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahanam. Mereka kekal didalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluq” (Q.S. al-Bayyinah 6)

Ayat menunjukkan, bahwa orang musyrik dalam keadaan syirik, maka dia ditempatkan di neraka, diharamkan masuk syurga dan dia sebagai orang zalim tidak akan mendapatkan penolong.
........إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“…….Sesungguhnya syirik itu dzlum (penganiayaan) yang benar-benar besar (QS. Luqman : 13)
Ayat menunjukkan bahwa syirik itu dzulm (penganiayaan) yang paling besar. Ini mengisyaratkan adanya sekumpulan/sejumlah semacam dosa dalam perbuatan syirik. Ini sebagaimana diisyaratkan dalam hadits di atas, dari syirik sampai dosa-dosa menuduh orang berbuat zina.
Oleh karena demikian, Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik seseorang yang mati dalam keadaan syirik dan dia adalah orang yang berbuat dosa besar dan dia tersesat sejauh-jauhnya (QS, an-Nisa’ : 48 dan 116). Sikap perbuatan dzulm (aniaya/penganiayaan) itu meletakkan sesuatu tidak pada tempat yang sebenarnya. Dan besar atau kecilnya dosa dzulm tergantung sesuatu. Allah yang Maha Esa itu apabila diyakinkan mempunyai sekutu dalam keesaan, berarti meletakkan ke-esaan Allah tidak pada tempat yang sebenarnya. Kata lain mempertuhan kepada selain Allah SWT itu syirik. Sebab yang selain Allah SWT bukan Tuhan dan tidak berhak dipertuhan. Termasuk selain Allah SWT yang dipertuhan ialah keyakinan/kepercayaan polyteisme (percaya dan mengagungkan banyak Tuhan), Trimurti (Percaya tiga dewa : Brahma yang menguasai alam, Syiwa dewa pemusnah, dan Wisnu dewa pelindung) animisme (kepercayaan serba roh berada dalam benda), penyembahan benda alam, penyembahan berhala, dan benda lainnya.
Selanjutnya, perbuatan yang mempercayai dan meyakinkan bahwa selain Tuhan Allah SWT bisa menyelamatkan, menguntungkan, menyembuhkan penyakit dan bisa mengatur peristiwa alam itu syirik. Misalnya, menanam kepala kerbau untuk upacara waktu memulai pembangunan suatu gedung agar selamat dan sukses. Misalnya lagi, keyakinan makhluq halus (tak terlihat mata) mempunyai pengaruh terhadap keselamatan atau kesengsaraan manusia pada saat Allah SWT mengajarkan bahwa tiada sesuatupun yang dapat menimpahkan bahaya kepada seseorang kecuali atas ketentuan Allah SWT juga (QS. At-Taubah :51)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الرَّقِى وَالتَّمَا ئِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya menggantungkan sesuatu sebagai penolak penyakit dan azimat (mantera) sebagai penolak bahaya dan guna-guna (seperti memasukkan sesuatu dalam tubuh wanita untuk menarik kecintaan suami/pria lain) itu syirik”
(HR. Hakim dan Ahmad, dari Ibnu Mas’ud)
Itulah diantara syirik-syirik besar yang harus diwaspadai dan dijauhkan oleh setiap muslim –mu’min dalam hidup didunia yang fana ini dengan senantiasa memohon petunjuk dan jalan yang benar kepada Allah SWT.
2. SYIRIK KECIL
Syirik kecil biasa disebut dengan syirik yang tersembunyi (khafy). Dalam konteks syirik kecil ini muslim harus lebih waspada dan memperhatikan secara serius. Sabda Rasulullah SAW yang menerangkan syirik kecil diantaranya :
أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ, فَقِيْلَ : وَمَا هُوَ يَا رَسُوْلُ اللهِ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ, يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى يَوْمَ يُجَازِى الْعِبَادَ بِأَعْمَالِهِمْ : إِذْهَبُوْا إِلَى الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَا ؤُ نَهُمْ بِأَعْمَالِكُمْ فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُ وْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً
“Kekhawatiran sesuatu yang paling aku khawatirkan ialah syirik kecil”. Lalu ditanyakan, “Apakah syirik kecil itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Ialah riya’ Allah akan menyeru pada hari membalas hamba-hamba dengan amal-amal mereka, “Pergilah kalian kepada orang-orang yang kamu perlibatkan amal-amal kalian kepada mereka, maka perhatikanlah, apakah kalian mendapatkan balasan di sisi mereka ?”
(HR. Ahmad dan Baihaqi)

Hadits secara tegas menunjukkan secara tegas bahwa syirik kecil yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW ialah Riya’. Pengertian riya’ melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mengharap/mencari keridhaan Allah SWT. akan tetapi untuk mencari pujian/penilaian dari manusia atau menginginkan kemasyhuran/popularitas atau keterkenalan dalam masyarakat. Dengan demikian, sejak awal pertumbuhan dan prosesnya, riya’ menyenangkan dan menggairahkan bagi yang melakukan riya’ bahkan menyemangatkan dia. Dan kalau apa yang diinginkan dan dicari itu berhasil maka kenyataan bagi orang yang riya’, maka akibatnya bagi orang yang riya’ itu bisa merosot moralnya, arogan, suka meremehkan orang, mendiskreditkan dan menghujat orang yang dibenci atau orang yang menyaingi dirinya.

Riya’ merupakan perbuatan yang didorong oleh hawa nafsu yang senantiasa mengajak orang termasuk yang riya’ untuk berbuat keburukan/kejahatan (QS. Yusuf : 53) dan riya’ merupakan hasil/ buah tipu daya setan yang menyesatkan manusia dengan memperlihatkan kejahatan maksiyat terlihat baik dan menyenangkan bagi yang tertipu dan disesatkan oleh setan. Kecuali orang yang ikhlas beribadah karena Allah semata. (QS. Al-Hijr : 39 & 40). Selain itu riya’ juga mempersubur karakter individualisme yang bisa menumbuhkan KKN menuju kekacauan, keresahan, pnderitaan dan kesengsaraan. Dengan demikian, amal perbuatan yang riya’ tidak akan diterima oleh Allah SWT. dan tidak menerima balasan syurga di akhirat malah akan diganjar dengan hukuman neraka. Bahkan di ayat lain menerangkan bahwa orang yang sholatpun akan diganjar dengan neraka karena mereka yang yang lalai terhadap sholatnya dan tidak mengaplikasikan sholatnya dalam kehidupan sosial.
Maka, yang penting adalah seorang muslim harus menyadari dan mengetahui penyebab timbulnya riya’. Antara lain :
1. Kebodohan tentang ajaran Islam terutama yang berkaitan dengan riya’.
2. Syirk & kufur adalah tindakan/perbuatan orang yang tidak beriman. (QS. Yusuf : 106 & al-Baqarah : 6 & 7)
3. Nifaq adalah perbuatan orang yang tidak beriman (QS. Al-Baqarah 8 dan an-Nisa’ : 142)
4. Lemah iman yang riskan terhadap godaan syetan
5. Salah niat dan langkah dalam =
a) Menerima dan memanfaatkan harta
b) Menerima dan melaksanakan kekuasaan/kedudukan/jabatan
6. Melaksanakan/menyampaikan dakwah atau orasi ilmiah

KHATIMAH
Demikian uraian singkat tentang bahaya syirik terhadap amal ibadah, keimanan dan keislaman kita. Dari uraian di atas kami dapat menyimpulkan bahwa :
1) Syirik adalah salah satu dosa-dosa besar
2) Syirik di bagi menjadi dua yaitu, syirik kecil dan syirik besar
3) Syirik besar tidak akan diampuni hingga seseorang yang melakukannya bertaubat kepada Allah SWT dan tidak akan melakukan lagi.
4) Bentuk-bentuk syirik di jaman sekarang yang sering terlihat adalah menziarahi kuburan ulama’ untuk minta berkah, mempercayai pada ramaln dukun, mempercayai bahwa rangkaian huruf arab (azimat) itu mempunyai khasiat
5) Syirik kecil sangat dikhawatirkan Nabi Muhammad SAW. karena bentuk perbuatannya yang sangat halus
6) Syirik kecil adalah riya’ yakni, melakukan perbuatan tidak ikhlas karena Allah SWT semata melainkan karena ingin pujian dari manusia.